INDOPOSCO.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Schlumberger Geophysics Nusantara (SLB Indonesia) memperkuat kolaborasi strategis dalam mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional melalui pemanfaatan teknologi multi-stage fracturing (MSF).
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilakukan oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Direktur Utama SLB Indonesia Nurzhan Ongaltayev pada Senin (9/2/2026).
MoU ini menjadi kerangka kerja sama dalam mendukung percepatan peningkatan produksi, peningkatan produktivitas reservoir, serta optimalisasi pengelolaan lapangan migas dengan karakteristik kompleks.
Melalui kerja sama ini, SKK Migas dan SLB Indonesia akan mendorong pemanfaatan teknologi, pertukaran pengetahuan, serta penerapan praktik terbaik global yang dapat direplikasi di berbagai wilayah kerja Kontrak Kerja Sama (PSC) di Indonesia.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan SKK Migas dalam meningkatkan produksi migas nasional melalui adopsi teknologi yang tepat guna.
“SKK Migas menyambut baik kolaborasi dengan SLB sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas sumur dan efisiensi operasi hulu migas. Kerja sama ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi KKKS serta berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional secara berkelanjutan dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Djoko.
Kolaborasi SKK Migas dan SLB diarahkan untuk memperkuat integrasi proses hulu migas secara menyeluruh, mulai dari aspek subsurface, desain dan konstruksi sumur, hingga tahap produksi. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasi, mempercepat implementasi teknologi, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas nasional dalam pengelolaan teknologi hulu migas.
Sementara itu, Direktur Utama SLB Indonesia Nurzhan Ongaltayev menegaskan komitmen SLB dalam mendukung pengembangan industri hulu migas Indonesia melalui pemanfaatan teknologi dan pengalaman global.
“Melalui kolaborasi strategis dengan SKK Migas, SLB berkomitmen mengombinasikan teknologi global dan keahlian lokal untuk mempercepat peningkatan produksi, antara lain melalui implementasi multi-stage fracturing, serta meningkatkan kinerja operasi di berbagai wilayah kerja di Indonesia,” kata Nurzhan.
Nota Kesepahaman ini merupakan kerangka kerja sama awal yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan terkait. Seluruh pelaksanaan kerja sama tetap memperhatikan ketentuan kerahasiaan data serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kolaborasi SKK Migas dan SLB Indonesia ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas, efisiensi operasi, serta penguatan kapabilitas teknologi di sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia. (rmn)




















