INDOPOSCO.ID – Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (8/2/2026) pagi tak menyurutkan langkah ribuan peserta yang berlari demi satu tujuan mulia, yakni membantu masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang terdampak bencana. Melalui ‘Care for Sumut: Charity Run’, solidaritas diaspora Batak dan masyarakat luas bersatu dalam sebuah gerakan kemanusiaan yang inovatif.
Ketua Panitia Care for Sumut, Bara Krishna Hasibuan, mengatakan kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas bencana yang melanda Sumatera dan digagas bersama Pahala Mansury serta sejumlah tokoh Batak di Jakarta.
“Kami berinisiatif melakukan Care for Sumut: Charity Run. Inisiatornya adalah Pak Pahala Mansury (Wakil Ketua Panitia), saya sendiri, dan beberapa teman-teman yang tinggal di Jakarta yang memiliki darah Batak. Ini berangkat dari keprihatinan kami atas bencana yang melanda Provinsi Sumatera waktu itu dan kami tergerak untuk melakukan sesuatu,” ujar Bara kepada awak media di lokasi acara, Minggu (8/2/2026).
Konsep lari amal dipilih sebagai pendekatan baru penggalangan dana kemanusiaan.
“Karena saya dan Pak Pahala memiliki kesukaan lari, kami sering lari bersama-sama, maka kami sepakat melakukan acara charity run. Ada sesuatu yang baru yang belum pernah dilakukan orang sebelumnya. Ini untuk menggalang dana, menolong korban bencana, sekaligus berkontribusi dalam proses rehabilitasi,” katanya.
Tak lupa, anggota Komisi VII DPR RI periode 2014-2019 itu juga mengapresiasi antusiasme peserta meski selama berlangsungnya diguyur hujan deras.
“Kami bersyukur walaupun hujan deras, banyak peserta tetap datang. Ini semua berangkat dari komitmen dan rasa solidaritas untuk menolong saudara-saudara kita. Karena kami berdarah Batak, donasi kami salurkan ke Provinsi Sumatera, salah satunya ke Kabupaten Tapanuli Selatan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan terima kasih atas kepedulian masyarakat.
“Perhatian saja, doa saja pun sudah sangat menolong dan menyemangati kami yang terdampak bencana. Apalagi ada kegiatan seperti ini dan donasi, itu sangat membantu. Bukan soal besar kecilnya, tapi perhatian itu sangat berarti bagi kami,” ungkap Gus Irawan.
Ia menyebut sekitar 14 dari 15 kecamatan terdampak bencana, dengan tantangan besar pada pemulihan ekonomi.
“Ada sekitar tiga ribuan kepala keluarga yang kehilangan mata pencaharian. Sawah mereka tidak bisa ditanami, sekitar dua ribuan hektare gagal panen. Ini tantangan besar ke depan, bagaimana masyarakat bisa kembali punya harapan hidup, apakah tetap bertani atau beralih profesi,” jelasnya.
Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini adalah sektor dasar. “Pendidikan, kesehatan, dan air bersih sangat dibutuhkan hari ini di lokasi-lokasi bencana. Itu prioritas kami dalam tahap pemulihan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Care for Sumut, Pahala Mansury menyebut kegiatan ini sebagai wadah bagi publik untuk menyalurkan solidaritas.
“Sekitar seribu masyarakat hadir menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Sumatera Utara. Selama ini banyak yang bertanya bagaimana menyalurkan solidaritas, dan kegiatan ini menjadi salah satu bentuknya,” kata Pahala.
Selain lari amal, lanjut Pahala panitia menggelar charity night dengan lelang barang seni.
“Kami juga menyelenggarakan charity night dengan pelelangan barang-barang, termasuk ulos antik. Beberapa perusahaan sudah melakukan sponsorship dan donasi. Seratus persen hasil kegiatan ini akan disalurkan untuk fasilitas kesehatan, rehabilitasi sekolah, dan pembangunan fasilitas air bersih,” jelasnya.
Hingga kegiatan berlangsung, Wakil Menteri BUMN periode 2020-2023 itu menjelaskan bahwa dana yang terkumpul mencapai Rp5,05 miliar.
“Sejauh ini kita sudah mengumpulkan sekitar Rp5 miliar 50 juta. Ini belum termasuk hasil pelelangan nanti malam. Kami terus mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi,” pungkasnya.
Care for Sumut: Charity Run yang digelar di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (8/2/2026), diikuti sekitar 1.000 peserta. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa solidaritas dapat diwujudkan melalui aksi nyata, mengintegrasikan gaya hidup sehat dengan kepedulian sosial demi pemulihan masyarakat Sumatera Utara. (her)










