INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), melalui Program Bantuan Pendidikan Mahakam dan Pendampingan Sarjana Pesisir, secara simbolis menyerahkan bantuan pendidikan kepada 99 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi di Kota Samarinda, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (21/1/2026).
Program ini menyasar mahasiswa prasejahtera dari jenjang Diploma 3 (D3) hingga Strata 2 (S2) yang berasal dari lima kecamatan di sekitar wilayah operasi perusahaan, yakni Anggana, Muara Jawa, Samboja, Muara Badak, dan Sanga-sanga.
Mendorong Inklusivitas Pendidikan Senior Manager Subsurface Development & Planning PHM, Susan Syahdina, mengatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Kami menjalankan program ini untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kapasitas generasi muda. Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata,” ujar Susan dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).
Berdasarkan data perusahaan, sejak diluncurkan pada tahun 2018 hingga 2025, total penerima manfaat bantuan ini telah melampaui angka 700 mahasiswa.
Untuk periode terbaru ini, sebaran penerima bantuan mencakup lima wilayah strategis di sekitar area operasi, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Muara Jawa sebanyak 37 penerima, disusul oleh Kecamatan Anggana dengan 28 penerima. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada 19 mahasiswa di Kecamatan Samboja, 10 penerima di Kecamatan Muara Badak, serta 5 penerima di Kecamatan Sanga-sanga.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi PHM. Menurutnya, pendidikan adalah investasi paling menjanjikan bagi masa depan daerah.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Saya harap para penerima bantuan terus giat belajar dan memiliki semangat untuk maju,” pesan Sunggono kepada para mahasiswa.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Wilayah Kalsul, Lely M. Sondakh, menyatakan sinergi antara industri hulu migas dan pemerintah sangat krusial untuk mencetak generasi yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.
Membuka Pintu Kuliah bagi Wilayah Pesisir Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menjelaskan keterbatasan akses geografis dan ekonomi seringkali menjadi penghalang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah pesisir untuk kuliah.
Selain Bantuan Pendidikan Mahakam, PHI juga membuka Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) yang memberikan beasiswa penuh.
“Kami percaya program ini akan menyiapkan mereka sebagai agen perubahan bagi kemajuan ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah,” pungkas Dony.
Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). (rmn)





















