INDOPOSCO.ID – Di tengah ketatnya persaingan pasar, media massa kini menjadi kunci bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar global lewat kemasan storytelling yang mampu mengubah produk lokal menjadi narasi yang bernilai jual tinggi.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Temmy Satya Permana mengatakan, storytelling yang dimuat dalam media massa mampu mengemas kisah inspiratif di balik produk menjadi narasi emosional dan berdaya pikat tinggi.
“Biasanya, kalau memang sudah bicara produk, kita bicara adalah storytelling-nya. Dan ini parameternya sangat besar, bahwa mereka (media massa) bisa mengemas (-red) storytelling sebuah produk, sehingga menjadi barang promosi yang baik,” kata Temmy Satya Permana dalam seminar UMKM bertajuk “Peran Media Massa Dalam Pengembangan UMKM” di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, keberadaan media formal menjadi tolok ukur kredibilitas di tengah maraknya fenomena atau berita di media sosial yang tidak terverifikasi. Masyarakat membutuhkan rujukan resmi, agar informasi yang beredar tidak langsung ditolak secara mentah-mentah.
“Dengan media sosial dan lain-lain, dengan gampang memposting suatu berita, suatu fenomena, suatu kejadian tanpa ada kontrol. Dan terkadang ini langsung ditolak dari masyarakat kita,” ujar Temmy Satya Permana.
“Makanya kita ingin lihat, ada media formal, ini saya kasih contoh ke Indoposco atau mungkin ke RMOL, ini menjadi status kredibilitas,” tambahnya.
Ia mendorong media untuk lebih aktif menjadi rekan strategis bagi UMKM. Menurutnya, media tidak hanya berperan sebagai sarana promosi produk, tetapi menjadi saluran menyebarluaskan informasi mengenai berbagai upaya pengembangan masyarakat.
“Kami harapkan lebih banyak lagi media menjadi partner strategis bagi UKM untuk bisa mempromosikan produknya, sekaligus mensosialisasikan pekerjaan-pekerjaan berita, pekerjaan masyarakat,” imbuh Temmy. (dan)









