• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

OMC Bukan Solusi Tunggal, Tapi Penting Hadapi Hujan Ekstrem Jakarta

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Januari 2026 - 21:49
in Megapolitan
Zulfikar-Marikar

Pemerhati Jakarta, Zulfikar Marikar. Foto: Dokumen Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Intensitas hujan ekstrem yang terus meningkat membuat Jakarta semakin rentan terhadap ancaman banjir. Pada Januari 2026, curah hujan harian di ibu kota tercatat mencapai sekitar 189 milimeter pada 22-23 Januari, jauh melampaui kapasitas normal sistem drainase perkotaan. Kondisi ini memperberat beban sungai dan saluran air, sehingga meningkatkan risiko genangan di berbagai wilayah.

Hujan dengan intensitas sangat tinggi juga terjadi di sejumlah titik pengamatan. Di Muara Angke tercatat curah hujan mencapai 267 milimeter, Kemayoran 412,5 milimeter, Cengkareng 347,2 milimeter, sementara Tanjung Priok mencatat 529,5 milimeter. Angka tersebut disebut sebagai salah satu curah hujan tertinggi yang pernah terjadi sejak 1991, menandakan eskalasi cuaca ekstrem di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

BacaJuga:

Bank Jakarta Sediakan 20 Bus, Ribuan Warga Ikut Mudik Gratis Pemprov Jakarta

Jelang Nyepi dan Lebaran, Dirjen Bea Cukai Tinjau Kesiapan Layanan di Bandara Soetta

Arus Mudik Lebaran 2026: 7.741 Pemudik Telah Bertolak dari Terminal Kalideres

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara, melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi mitigasi ini berlangsung pada 16–22 Januari 2026 dengan pusat komando di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sebagai upaya menekan potensi hujan ekstrem dan mengurangi risiko banjir.

Pemerhati Jakarta, Zulfikar Marikar menilai penerapan OMC di Jakarta dan sekitarnya relevan sebagai langkah mitigasi darurat menghadapi hujan ekstrem. Meski biaya operasionalnya relatif besar, OMC dinilai mampu menurunkan intensitas hujan rata-rata hingga sekitar 50 persen sehingga dapat mengurangi risiko banjir.

“OMC bukan solusi tunggal, tetapi penting sebagai langkah antisipatif ketika potensi hujan ekstrem terdeteksi. Tudak terbayang kondisi Jakarta kalau tanpa OMC,” ujar Zulfikar melalui gawai, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, teknologi modifikasi cuaca bukan hal baru di Indonesia. Sejak akhir 1970-an, teknologi yang sebelumnya dikenal sebagai hujan buatan telah digunakan untuk mendukung sektor pertanian, pengisian waduk PLTA dan irigasi, serta pengendalian banjir, termasuk di Jakarta pada 2013, 2014, dan 2020.

“Pemanfaatan OMC juga pernah dilakukan untuk pengamanan berbagai agenda nasional dan internasional, seperti Asian Games 2018, MotoGP Mandalika, KTT ASEAN Labuan Bajo 2023, KTT G20 Bali 2022, hingga Forum Air Dunia (WWF) Bali 2024,” jelasnya.

Secara global, teknologi serupa juga diterapkan di berbagai negara. Uni Emirat Arab, Iran, negara bagian Amerika Serikat, India dalam mengatasi pulosi, hingga China dan Rusia mengembangkan dan mengoperasikan teknologi modifikasi cuaca untuk kepentingan mitigasi kekeringan, pengelolaan sumber daya air, hingga pengendalian cuaca ekstrem.

Zulfikar menekankan bahwa OMC merupakan produk sains yang relevan di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim global.

“Namun, penerapannya harus dilakukan secara terukur dan selektif, khususnya untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah perairan laut guna mengurangi beban sungai dan drainase Jakarta,” tutur Zulfikar.

“Selain OMC, penanganan banjir Jakarta memerlukan langkah jangka panjang, antara lain penambahan ruang terbuka hijau, perluasan daerah resapan air, optimalisasi sistem drainase perkotaan, penguatan infrastruktur pengendali banjir pesisir seperti Giant Sea Wall, kolaborasi pengelolaan wilayah hulu-hilir, serta peningkatan kesiapsiagaan dan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, BMKG menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains. OMC ditujukan untuk perlindungan masyarakat dengan mengelola potensi hujan ekstrem, bukan untuk menciptakan cuaca tidak stabil. (her)

Tags: banjirHujan Ekstremjakarta

Berita Terkait.

Pramono
Megapolitan

Bank Jakarta Sediakan 20 Bus, Ribuan Warga Ikut Mudik Gratis Pemprov Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:45
Peninjauan
Megapolitan

Jelang Nyepi dan Lebaran, Dirjen Bea Cukai Tinjau Kesiapan Layanan di Bandara Soetta

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:15
terminal
Megapolitan

Arus Mudik Lebaran 2026: 7.741 Pemudik Telah Bertolak dari Terminal Kalideres

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:02
tpk
Megapolitan

500 Pemudik Diberangkatkan, IPC TPK Hadirkan Perjalanan Lebaran yang Lebih Nyaman

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:01
lutfi
Megapolitan

Andilan Kebo Lebaran: Ulama, Jawara dan Pemerintah untuk Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:20
bekasi
Megapolitan

Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:55

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • BPN Banten Serahkan Sertifikat PTSL 2026 Secara Door to Door di Mancak

    676 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Reaksi Tak Terduga Staf HYBE terhadap Truk Protes Heeseung Eks ENHYPEN Picu Harapan

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.