INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai infrastruktur komputasi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk masuk ke dalam rantai pasok infrastruktur AI di dunia.
Hal itu didorong oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan tersedianya infrastruktur komputasi yang memadai untuk membangun sebuah AI yang tangguh.
“Kita perlu melakukan localizing (pelokalan), yaitu berinvestasi dalam bentuk computing infrastructure (infrastruktur komputasi), edge computing (komputasi tepi), dan cloud computing (komputasi awan) di Indonesia.,” kata Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Tak hanya infrastruktur, ekosistem inovasi yang mendorong penelitian dan pengembangan (R&D) di dalam negeri juga harus dibangun untuk melahirkan model AI yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.
Selain itu, investasi jangka panjang juga diperlukan agar Indonesia memiliki ekosistem AI end-to-end dan mampu bersaing secara global.
Nezar memandang ketiga hal tersebut penting dilakukan untuk mewujudkan transformasi digital yang berdampak nyata.
Nezar mengatakan Indonesia memiliki keunggulan dengan penduduk yang sangat aktif menggunakan teknologi dan kaya akan sumber daya alam mineral untuk bahan pembuatan semikonduktor.
“Sebetulnya potensi kita besar, tinggal bagaimana kita membangun fondasinya, mengembangkannya, lalu berkolaborasi dengan banyak partner, pertemuan kita di sini juga dalam rangka untuk memperkuat kolaborasi dan network yang kita miliki,” tegasnya.
Nezar menjelaskan Kementerian Komunikasi dan Digital bertanggung jawab untuk mendorong transformasi digital dengan berperan sebagai akselerator dan orkestrator dari ekosistem digital di Indonesia.
Melalui penyusunan regulasi Peta Jalan AI Nasional dan Etika AI, pemerintah memperkuat kerangka kerja untuk mendukung proses pengembangan dan adopsi teknologi AI ke depan. (ney)









