INDOPOSCO.ID – Komoditas perikanan asal Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara, resmi menembus pasar internasional. Sebanyak 15,45 ton ubur-ubur diekspor ke Tiongkok dalam kegiatan ekspor perdana yang dilakukan oleh PT Triko Bina Nusantara melalui Pelabuhan Murhum Baubau, Jumat (30/1/2026).
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, yang secara resmi melepas ekspor tersebut, menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas instansi yang terbangun. Ia menilai peran Bea Cukai Kendari sangat strategis dalam memastikan seluruh proses ekspor berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Menurut Hugua, kegiatan ekspor perdana ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional. Ia menyebut bahwa penguatan ekspor berbasis potensi daerah merupakan wujud nyata implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional yang bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bea Cukai Kendari, Taufik Sapto Harsono, menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung pelaku usaha daerah untuk menembus pasar internasional. Ia mengatakan bahwa Bea Cukai tidak hanya berperan dalam pengawasan, tetapi juga memberikan pelayanan optimal agar kegiatan ekspor dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
“Penguatan ekspor komoditas non-tambang, termasuk hasil perikanan dari Kepulauan Buton, menjadi salah satu fokus kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.
Ekspor perdana ubur-ubur ke Tiongkok ini diharapkan menjadi pemicu bagi berkembangnya komoditas perikanan unggulan lainnya dari Sulawesi Tenggara. Dengan dukungan pemerintah daerah, Bea Cukai, serta sinergi lintas instansi, ekspor langsung dari daerah dinilai mampu membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global. (ipo)




















