INDOPOSCO.ID – PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi, langsung tancap gas di awal tahun 2026 dengan memfokuskan langkah pada percepatan jasa eksplorasi migas. Fokus utama perusahaan kali ini adalah penguatan kapabilitas seismik darat (onshore), khususnya untuk menggarap kawasan strategis di Indonesia bagian timur.
Langkah ini merupakan perwujudan komitmen Elnusa dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui penguasaan teknologi mutakhir. Dengan pendekatan inovatif, Elnusa berupaya menghadirkan solusi eksplorasi yang lebih andal, presisi, dan adaptif terhadap tantangan geologi di lapangan.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyatakan investasi pada teknologi generasi terbaru menjadi kunci utama efisiensi proyek sejak awal tahun ini.
“Elnusa mengawali 2026 dengan investasi pada teknologi seismik generasi terbaru untuk memastikan kualitas data yang optimal dan efisiensi proyek. Kami siap mendukung kebutuhan survei seismik di Indonesia Timur yang membutuhkan pendekatan teknologi fleksibel dan adaptif,” ujar Rustam, dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/1/2026).
Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas, Elnusa telah melakukan pengadaan strategis berupa 25 ribu unit STRYDE Range+ nodes. Teknologi ini memiliki daya tahan operasional yang lebih panjang dan didukung oleh STRYDE Nimble serta Mini System.
Kombinasi dual-platform ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan khas Indonesia Timur, seperti Keragaman Struktur Geologi: Membutuhkan densitas data tinggi untuk akurasi interpretasi. Medan Ekstrem: Memerlukan peralatan yang ringan namun tangguh. Akses Terbatas: Membutuhkan sistem portabel untuk survei awal dan pengujian parameter.
Teknologi seismik nodal ini memungkinkan pelaksanaan proyek secara simultan, baik untuk survei 2D maupun 3D, sehingga waktu akuisisi data menjadi jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Melalui akselerasi dari tahap akuisisi hingga interpretasi data, Elnusa menargetkan pengambilan keputusan eksplorasi yang lebih cepat bagi para pemangku kepentingan. Selain efisiensi biaya, penggunaan teknologi nodal ini juga meminimalkan dampak lingkungan di area kerja.
Dengan langkah berani di awal tahun 2026 ini, Elnusa mempertegas perannya sebagai mitra strategis industri migas yang mengedepankan keandalan operasional. Fokus pada kawasan Timur Indonesia diharapkan dapat membuka tabir potensi cadangan migas baru yang akan menyokong kebutuhan energi nasional di masa depan. (rmn)











