• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menteri PANRB Ingatkan Tantangan Non-Finansial Masa Purna Bakti ASN

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 28 Januari 2026 - 18:56
in Nasional
Rini

Menteri PANRB, Rini Widyantini saat menjadi keynote speech dalam Seminar Kebebasan Financial Melalui Entrepreneur dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, Bandung, Sabtu (24/1/2026). Foto: Dokumen Kementerian PANRB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Masa purna bakti kerap dianggap sebagai garis akhir perjalanan karier. Namun di balik itu, tersembunyi fase penting yang justru menentukan kualitas hidup seseorang setelah tak lagi aktif bekerja.

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat menjadi keynote speech dalam Seminar Kebebasan Financial Melalui Entrepreneur dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, Bandung, Sabtu (24/1/2026).

BacaJuga:

KKP Perkuat Kolaborasi Global Lindungi Laut lewat Living High Seas Partnership

Genjot Wirausaha Muda, Kunci Strategis Indonesia Hadapi Ledakan Demografi

KemenPANRB Terapkan Skema Kerja Fleksibel, Fokus pada Capaian Kinerja ASN

Menurut Rini, pembicaraan tentang karier pegawai selama ini lebih banyak berkutat pada proses masuk kerja hingga mencapai jabatan tertentu. Sementara satu fase yang pasti dialami semua pegawai justru jarang dibahas secara mendalam.

“Tapi lebih jarang kita berbicara dengan serius tentang satu fase yang pasti dialami semua pegawai, yakni masa purna bakti. Padahal bagi banyak pegawai, purna bakti bukan berarti berhenti berkarya,” kata Rini.

Ia menyebut masa purna bakti sebagai periode yang sering terasa tricky. Tantangannya bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial yang kerap luput dari perhatian.

“Masa purna bakti tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga pada kesehatan mental, relasi sosial, dan rasa kebermaknaan hidup. Berbagai studi menunjukkan bahwa ketidaksiapan non-finansial dalam transisi pensiun berkontribusi pada menurunnya kesejahteraan dan partisipasi sosial di usia lanjut,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang merasa kehilangan arah ketika rutinitas kerja yang selama puluhan tahun dijalani tiba-tiba berhenti.

“Artinya, meskipun kebutuhan finansial relatif tercukupi, tanpa kesiapan mental dan sosial, fase ini tetap bisa terasa berat,” lanjut Rini.

Ia menambahkan, banyak individu yang sebenarnya masih mampu dan produktif, namun kesulitan beradaptasi karena belum menemukan peran baru di luar dunia kerja formal.

“Individu yang mengalami kehilangan peran dan rutinitas kerja tanpa transisi yang baik cenderung mengalami penurunan well-being dan kepuasan hidup. Bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena mereka belum memiliki ruang peran pengganti yang jelas,” tuturnya.

Atas dasar itu, Rini menilai masa purna bakti seharusnya dipandang sebagai bagian dari siklus kehidupan yang perlu dipersiapkan secara komprehensif, bukan sekadar persoalan ekonomi.

“Inilah sebabnya, purna bakti tidak cukup dipahami sebagai persoalan ekonomi semata, tetapi sebagai fase kehidupan yang perlu disiapkan secara lebih menyeluruh,” imbuhnya.

Data nasional menunjukkan urgensi persoalan ini. Saat ini jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia mencapai lebih dari 6,5 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 13 persen atau lebih dari 800 ribu ASN diperkirakan akan memasuki masa purna bakti dalam lima tahun ke depan.

Situasi ini sejalan dengan perubahan struktur demografi Indonesia yang bergerak menuju masyarakat menua (ageing population). Dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, baik dari sisi keberlanjutan kapasitas ASN maupun kesejahteraan para pensiunan.

Namun, Rini melihat peluang besar di balik angka tersebut. Banyak ASN memasuki masa pensiun dalam keadaan sehat, produktif, berpengalaman, serta memiliki jejaring luas.

“Jika potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik, maka purna bakti ASN tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga dapat berkontribusi pada penguatan aktivitas ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan,” terangnya.

Lebih lanjut, Rini menekankan bahwa selama aktif bekerja, ASN dibentuk melalui berbagai program pengembangan kompetensi dan pengalaman panjang dalam birokrasi. Modal ini, menurutnya, tidak seharusnya hilang begitu saja ketika masa tugas berakhir.

“Karena itu, ketika memasuki masa purna tugas, pengalaman tersebut tidak berhenti begitu saja. Saya berharap justru bertransformasi menjadi aset sosial dan ekonomi yang dapat terus memberi nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya. (her)

Tags: ASNmenteri panrbrini widyantini

Berita Terkait.

Miftahul-Huda
Nasional

KKP Perkuat Kolaborasi Global Lindungi Laut lewat Living High Seas Partnership

Selasa, 7 April 2026 - 12:43
Helvi-Moraza
Nasional

Genjot Wirausaha Muda, Kunci Strategis Indonesia Hadapi Ledakan Demografi

Selasa, 7 April 2026 - 08:59
Rini
Nasional

KemenPANRB Terapkan Skema Kerja Fleksibel, Fokus pada Capaian Kinerja ASN

Selasa, 7 April 2026 - 08:49
Purbaya
Nasional

Menuju Pertumbuhan Tinggi, Pemerintah Bereskan ‘Sumbatan’ Dunia Usaha

Selasa, 7 April 2026 - 08:39
abdul
Nasional

Mendikdasmen: PAUD Jadi Modal Dasar Penanaman Rasa Percaya Diri pada Anak

Selasa, 7 April 2026 - 04:40
siswa
Nasional

1,7 Juta Siswa Madrasah dan Santri Ikuti AN dan TKA 2026

Selasa, 7 April 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1115 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    738 shares
    Share 295 Tweet 185
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.