INDOPOSCO.ID – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Perlindungan Perempuan dan Anak (TPPA–PPO) adalah kejahatan kemanusiaan lintas negara yang kian canggih akibat teknologi digital, dengan perempuan dan anak sebagai sasaran utama.
Hal itu disampaikannya melalui penyerahan buku “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital” kepada lima calon Atase Kepolisian Republik Indonesia (Atpol RI) dan staf teknis Polri.
Oleh karena itu, para atase dan staf teknis diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan, penindakan, perlindungan korban, serta penguatan kerja sama internasional.
“Melalui buku ini, saya menitipkan pesan penting agar pemberantasan TPPA dan PPO menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan. Ini adalah amanah kemanusiaan sekaligus tanggung jawab moral dan institusional Polri,” kata Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ia juga menekankan para calon atase dan staf teknis merupakan representasi kehormatan Polri di kancah internasional, sehingga diharapkan mampu menjalankan fungsi intelijen, diplomasi kepolisian, serta kehumasan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi efektif dengan diaspora Indonesia di negara penugasan.
Buku bertajuk “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital” itu merupakan karya bersama Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Komjen Pol. (Purn.) I Ketut Suardana, dan Dirtipidsiber PPA–PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah.
“Karya ini diharapkan menjadi rujukan akademis, praktis, dan kebijakan bagi aparat penegak hukum, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta pemberantasan TPPA–PPO di era digital,” ucap Dedi Prasetyo.
Sementara itu, kelima personel Polri yang akan bertugas sebagai Atase Kepolisian dan Staf Teknis di luar negeri adalah Kombes Pol Sofyan Arief (Berlin), Kombes Pol M. Sandhi Satyatama (Ankara), Kombes Pol I Nengah Adi Putra (Manila), AKBP Taufik Noor Isya (Kuala Lumpur), dan AKP Louis Stefanus Gregory Kaunang (Kuching). (dan)





















