INDOPOSCO.ID – PT Pertamina EP (PEP) Papua Field mengawali tahun 2026 dengan catatan gemilang. Melalui keberhasilan sumur pengembangan Salawati SLW-C4X, lapangan migas yang berada di bawah Zona 14 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina ini berhasil mencatatkan total produksi hingga menembus angka 2.020 barel minyak per hari (BOPD).
Sumur SLW-C4X yang terletak di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, mulai ditajak pada 2 November 2025 dengan menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M. Sejak mulai mengalirkan produksi perdana pada pertengahan Desember lalu, sumur ini terus menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi awal.
Kehadiran sumur SLW-C4X memberikan dampak instan dan signifikan terhadap portofolio produksi PEP Papua Field. Tercatat, pada 16 Desember 2025, produksi lapangan meningkat ke angka 1.535 BOPD, dan terus merangkak naik hingga mencapai 1.800 BOPD di penghujung tahun.
Puncaknya, pada 15 Januari 2026, sinergi teknis tim di lapangan berhasil membawa total produksi field melewati ambang psikologis 2 ribu barel, tepatnya di angka 2.007 BOPD, sebelum stabil di kisaran 2.020 BOPD.
General Manager Zona 14, Dadang Soewargono, menyebut pencapaian ini sebagai bukti ketelitian teknis dan kerja keras seluruh tim di lapangan.
“Keberhasilan sumur SLW-C4X merupakan komitmen kami dalam mendukung ketahanan energi nasional. Produksi yang saat ini melampaui 2.000 barel per hari ini merupakan kado awal tahun yang membanggakan bagi industri hulu migas Indonesia, khususnya dari kawasan Indonesia Timur,” ujar Dadang dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/1/2026).
Meski mengejar target produksi yang agresif, Dadang menekankan aspek keselamatan dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama. PEP Papua Field secara konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memastikan operasional berjalan sesuai regulasi.
Dadang juga memberikan apresiasi khusus kepada para pemangku kepentingan yang membantu kelancaran operasional di tanah Papua.
“Kami berterima kasih kepada SKK Migas, Pemerintah Daerah, serta Masyarakat Adat atas dukungan penuhnya. Sinergi ini menjadi kunci utama sehingga capaian positif peningkatan produksi ini dapat kita raih bersama,” tambahnya.
Kesuksesan di sumur SLW-C4X menjadi pemacu semangat bagi Pertamina EP Papua Field untuk melanjutkan kampanye pengeboran sumur pengembangan lainnya. Saat ini, fokus tim tertuju pada pengeboran sumur SLW-E6X yang sedang dalam tahap pengerjaan.
Dengan tren positif ini, Pertamina optimistis bahwa kontribusi migas dari wilayah Timur Indonesia akan semakin kuat dalam menjaga kedaulatan energi nasional di masa depan. (rmn)











