INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menegaskan pentingnya peningkatan pelindungan bagi awak kapal migran yang bekerja, baik di kapal perikanan maupun kapal niaga Tiongkok.
Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Penasihat Ekonomi dan Perdagangan dari Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wu Zhiwei di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
“Isu pelindungan awak kapal perikanan menjadi perhatian serius kami. AKP (awak kapal perikanan) migran Indonesia di kapal Tiongkok jumlahnya sangat banyak dan tersebar di berbagai belahan dunia. Saya pernah bertemu langsung dengan mereka di Panama dan Suriname,” kata Christina Aryani dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Christina menegaskan, Pemerintah Indonesia, lewat Kementerian P2MI, ingin memastikan pelindungan AKP migran Indonesia bisa lebih baik dan terstruktur. Apalagi, China merupakan salah satu pemberi kerja terbesar bagi pekerja migran Indonesia di sektor perikanan.
“Kami memandang perlunya pengaturan yang lebih kuat melalui kerja sama. Dalam pertemuan tadi, kami membahas kemungkinan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antar kedua negara,” ucap politisi Partai Golkar itu.
Gagasan itu, lanjutnya, disambut positif Kedutaan Besar China dan sepakat bahwa penempatan AKP migran perlu diatur lebih komprehensif, terutama dari sisi rekrutmen dan kompetensi.
Saat ini, penempatan AKP migran diatur oleh Bureau of Fishery, unit di bawah Ministry of Agriculture and Rural Affairs Republik Rakyat China.
“Kami berencana memulai pembahasan teknis melalui pertemuan daring dalam waktu dekat untuk menyepakati poin-poin utama MoU. Selanjutnya, pembahasan akan dilanjutkan secara langsung pada kunjungan delegasi Tiongkok ke Indonesia pada Februari mendatang, setelah Tahun Baru Imlek,” ungkap Christina. (dan)









