INDOPOSCO.ID – Dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor, Bea Cukai bersinergi dengan pemerintah daerah, koperasi, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini dilakukan untuk membuka akses pasar internasional bagi UMKM sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun melalui keikutsertaannya dalam rapat koordinasi peningkatan kerja sama perdagangan antara koperasi di Kabupaten Karimun dan koperasi di Malaysia.
Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Holiday Karimun pada Senin (14/01) ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, Koperasi Bangun Ekonomi Maritim Kepri Bangkit, serta perwakilan Koperasi Malaysia.
Dalam forum tersebut, dibahas rencana perdagangan lintas negara, termasuk komoditas yang akan diekspor dan kendala transportasi laut sebagai sarana pengiriman barang. Ketua Koperasi Bangun Ekonomi Maritim Kepri Bangkit, Abdul Latif, menyampaikan bahwa keterbatasan sarana angkutan masih menjadi tantangan dalam pengiriman barang ke Malaysia.
Sementara itu, perwakilan Koperasi Malaysia menyatakan minat terhadap berbagai produk unggulan Karimun, seperti hasil perikanan, pisang, produk kelapa, dan komoditas lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Fajar Suryanto, menyampaikan bahwa UMKM di Kabupaten Karimun menunjukkan perkembangan yang pesat dari sisi jumlah dan nilai usaha. Ia menilai persoalan transportasi perlu dibahas bersama pengusaha kapal dengan mempertimbangkan volume ekspor UMKM.
“Apabila opsi tersebut belum menemukan titik temu, konsolidasi dengan eksportir yang telah berjalan dapat menjadi alternatif,” ujarnya.
Pendapat ini diperkuat oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai III, Nanang Permana, yang menyampaikan bahwa ekspor dari Karimun ke Batu Pahat, Malaysia, selama ini berjalan lancar dan pada awal tahun 2026 telah tercatat sepuluh dokumen ekspor.
Dukungan pemerintah daerah juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan ESDM Kabupaten Karimun, Basori, yang menyatakan bahwa Pemda Karimun bersama Bea Cukai Tanjung Balai Karimun senantiasa mendukung kegiatan ekspor serta membuka ruang diskusi untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Di wilayah lain, Bea Cukai Bontang juga menunjukkan komitmen serupa dalam mendukung UMKM menembus pasar global. Bersama Pemerintah Kota Bontang, Bea Cukai Bontang menyampaikan komitmen penguatan ekonomi kerakyatan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, yang digelar di Balai Pertemuan Umum Kelurahan Tanjung Laut Indah pada Rabu (21/1).
“Bea Cukai Bontang siap dilibatkan secara langsung dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM untuk menembus pasar global,” ujar Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bontang, Rida Budi Santoso.
Ia menjelaskan bahwa Bea Cukai Bontang menyediakan Klinik Ekspor sebagai pusat layanan konsultasi dan pendampingan bagi UMKM yang ingin mengembangkan usahanya melalui kegiatan ekspor.
Melalui sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah, koperasi, dan pelaku usaha, Bea Cukai berharap UMKM lokal mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar internasional, serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Pada akhirnya, dukungan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ipo)








