INDOPOSCO.ID – Geely Auto Indonesia terus memperkuat langkahnya di pasar otomotif nasional melalui strategi pertumbuhan yang berfokus pada inovasi produk, penguatan produksi lokal, serta edukasi pasar yang berkelanjutan. Strategi ini menjadi fondasi Geely dalam membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia.
Sejak kembali hadir di Indonesia pada awal 2025, Geely memposisikan fase awal operasional sebagai periode pengenalan merek dan edukasi konsumen. Pendekatan ini dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk platform digital resmi, untuk memperkenalkan teknologi, karakter produk, serta nilai yang diusung Geely kepada pasar Indonesia.
Menjawab pertanyaan media terkait target penjualan tahun ini, Vice President of Geely Automobile International Corporation, Evin Ye, menyampaikan bahwa pertumbuhan penjualan akan berjalan seiring dengan semakin matangnya proses edukasi pasar. Peningkatan performa tersebut didukung oleh portofolio model yang semakin lengkap, periode penjualan yang lebih panjang, serta respons positif dari konsumen sejak tahap awal peluncuran produk.
“Pertumbuhan penjualan kami didorong oleh semakin luasnya pemahaman konsumen terhadap produk Geely. Model yang kami hadirkan juga semakin beragam sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas,” ujar Evin Ye.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, Geely telah membukukan lebih dari 1.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), terutama didorong oleh antusiasme pasar terhadap Geely EX2 sejak periode pre-booking dibuka. Capaian tersebut mencerminkan penerimaan pasar yang positif terhadap desain, fitur, serta positioning produk Geely di segmen kendaraan perkotaan.
Dalam kesempatan yang sama, Evin Ye menegaskan bahwa penguatan produksi lokal menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Geely di Indonesia. Proses perakitan kendaraan Geely dilakukan di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 60 unit kendaraan per hari untuk model-model yang dirakit secara lokal. Melalui fasilitas ini, Geely juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen.
Secara global, Evin Ye juga menekankan bahwa kekuatan Geely di pasar internasional menjadi fondasi dalam pengembangan bisnis di Indonesia. Geely Group mencatatkan penjualan lebih dari 4,11 juta kendaraan di seluruh dunia, mencerminkan skala bisnis, kapabilitas manufaktur, serta daya saing teknologi Geely di pasar global.
Dari sisi produk, Geely menerapkan strategi peluncuran secara bertahap guna menjaga dinamika pasar sepanjang tahun. Setelah Geely EX2, perusahaan berencana menghadirkan model-model lain yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, termasuk penguatan lini kendaraan elektrifikasi.
Selain itu, Geely juga mempersiapkan ekspansi ke segmen premium melalui kehadiran ZEEKR dan Lynk & Co, dua merek global di bawah naungan Geely Holding Group, yang diharapkan dapat memperluas pilihan kendaraan berteknologi tinggi bagi pasar nasional.
Dalam strategi penjualan, Geely mengedepankan pendekatan yang adaptif terhadap dinamika pasar. Selain memperluas jaringan diler hingga 80 lokasi pada 2026, Geely juga memaksimalkan peran kanal digital sebagai sarana edukasi, komunikasi, dan pendampingan konsumen sebelum maupun setelah pembelian.
Pendekatan tersebut diperkuat dengan kehadiran program Geely Care+, layanan purna jual berstandar global yang dirancang untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan selama masa kepemilikan kendaraan.
Melalui kombinasi penguatan produk, edukasi pasar, pencapaian penjualan awal di dalam negeri, produksi lokal di Purwakarta dengan kapasitas perakitan 60 unit per hari, serta rekam jejak global yang kuat, Geely memandang 2026 sebagai momentum penting untuk membangun fondasi jangka panjang di Indonesia sekaligus berkontribusi pada pengembangan industri otomotif nasional. (eva)




















