INDOPOSCO.ID – Liga Champions kembali membuktikan dirinya bukan sekadar panggung megabintang, melainkan juga teater kejutan yang tak pernah kehabisan drama.
Matchday ketujuh, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, menghadirkan kontras tajam bagi para raksasa Eropa. Di saat Arsenal melenggang anggun di Italia, Manchester City justru pulang dengan kepala tertunduk dari lingkar Arktik. Nasib serupa menimpa Paris Saint-Germain (PSG) yang terpeleset di Portugal.
Di Aspmyra Stadion, markas Bodo/Glimt yang terkenal dingin dan angker, Manchester City tak mampu menunjukkan aura juara. Tim asuhan Pep Guardiola dipaksa menyerah 1-3 oleh tuan rumah yang tampil agresif sejak menit awal. Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan di fase liga musim ini.
PSG juga gagal membawa pulang senyum. Bertandang ke Estadio Jose Alvalade, Les Parisiens harus mengakui keunggulan Sporting CP dengan skor tipis 1-2. Kekalahan tersebut menambah daftar malam kelabu bagi para favorit juara.
Sementara itu, ribuan kilometer dari Bodo, Arsenal justru berpesta di kota mode. Bertamu ke Giuseppe Meazza, pasukan Mikel Arteta tampil klinis dan penuh percaya diri.
Gabriel Jesus membuka keunggulan The Gunners, sebelum Inter menyamakan skor lewat Petar Suci. Namun, Jesus kembali muncul sebagai pembeda menjelang turun minum untuk membawa Arsenal unggul 2-1. Di babak kedua, gol Viktor Gyokeres menutup perlawanan tuan rumah sekaligus memastikan kemenangan 3-1 bagi wakil London tersebut.
Hasil itu membuat Arsenal melaju tanpa cela. Tujuh pertandingan, tujuh kemenangan, dan 21 poin sempurna mengukuhkan mereka di puncak klasemen Liga Champions, sekaligus mengirim pesan tegas bahwa musim ini mereka bukan sekadar penggembira.
Pesta terbesar malam itu terjadi di Madrid. Real Madrid menjadikan AS Monaco sebagai korban di Santiago Bernabeu dengan skor mencolok 6-1.
Kylian Mbappe membuka pertunjukan lewat dua gol cepat di babak pertama. Setelah jeda, giliran Franco Mastantuono, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham ikut mencatatkan nama di papan skor, ditambah satu gol bunuh diri Thilo Kehrer. Monaco hanya mampu membalas lewat Jordan Teze, yang tak lebih dari hiburan semata.
Satu malam, banyak cerita: ada tim yang terbang semakin tinggi, ada pula yang jatuh di tempat yang tak terduga. Dan seperti biasa, Liga Champions tak pernah kehabisan cara untuk mengingatkan bahwa nama besar saja tidak pernah cukup. (her)




















