INDOPOSCO.ID – Tim DVI Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi satu jenazah perempuan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Identitas korban terungkap setelah mencocokkan sidik jari dan data medis dengan data ante mortem pihak keluarga.
“Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti, serta ciri-ciri medis,” kata Kabidokkes Polda Sulsel, Kombes dr. Muhammad Haris secara daring, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Tim SAR gabungan menemukan jenazah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500, pada Senin (19/1/2026) kemarin ekitar pukul 14.20 WITA.
Korban diketahui identitasnya setelah melalui proses pencocokan data oleh tim DVI. “Teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono jenis kelamin perempuan umur 33 tahun,” ujar Muhammad Haris.
Tim SAR gabungan lebih dulu menemukan satu jasad korban laki-laki dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport pada Minggu, (18/1/2026). Korban ditemukan di jurang sedalam kurang lebih 200 meter di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto menyatakan, proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan pesawat tersebut diperkuat oleh Tim DVI dari Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri.
“Sampai dengan saat ini, kami telah melaksanakan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan keluarga korban telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan data,” ujar Didik Supranoto terpisah dalam keterangannya di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Senin (19/1/2026).
Ia mengemukakan, pengumpulan data antemortem meliputi berbagai aspek penting, seperti data DNA, data medis, serta data administrasi milik korban. Sementara itu, dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.
Berdasarkan data manifes yang diperoleh dari pihak maskapai penerbangan serta keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.
“Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahapan postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan korban atau temuan lainnya dari tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas,” imbuh Didik Supranoto. Pesawat ATR 42-500 diketahui telah hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak Sabtu (17/1/2026). (dan)




















