INDOPOSCO.ID – Anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman jadi sorotan publik setelah Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi atau MKMK memberikan surat peringatan karena dinilai banyak bolos sidang.
Dibukanya data absensi ketidakhadiran ke media membuat Anwar Usman sedikit dongkol dan marah. Dia mempertanyakan kenapa data ketidakhadirannya dalam sidang dan rapat harus diungkap ke media.
Adik ipar Jokowi ini pun mengaku langsung menelpon panitera yang memiliki data kehadiran dan ketidakhadiran. “Dia (panitera) juga nggak tahu, gitu. Kok bisa, karena memang biasanya itu ada diberitahu alasan ketidakhadiran itu kenapa tidak ikut serta baik dalam RPA, sidang pleno, sidang panel,” kata Anwar Usman ditemui INDOPOSCO.ID di Gedung MK, Rabu (21/1/1026).
Anwar mengaku makin kaget usai pemberitaan dirinya makin massif. Dia menelpon Jubir MK yang juga kepala sekretariat MK mempertanyakan hal itu. “Rupanya, ini alasannya yang masuk akal. Ketika mau menyampaikan, termasuk surat peringatan ke saya hanya cukup di surat tapi kan diekspose dan siarkan ke media kaget saya. Itu makanya rame. Keluarga saya juga protes ke saya, sebab mereka tahu, saya sakit,” kata Anwar.
Kian terpojok posisinya saat ini, Anwar tampak kecewa. Rentetan kasus yang menyudutkan dirinya dinilai tak sesuai skenario. Apalagi ketika dikaitkan dengan isu kotak pandora putusan kontroversial MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang memuluskan langkah anak mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres).
Termasuk saat disinggung soal operator dan maestro kotak pandora Gibran Rakabuming Raka berinisial AG. AG diperbincangkan publik sebagai maestro yang bertindak sebagai operator utama dan pengendali operasi di balik isu kotak pandora putusan kontroversial MK soal Gibran, Anwar hanya tersenyum. Namun dia akan mengungkapkannya nanti.
“Nanti. Tunggu aja, ada waktunya membuka semuanya biar jelas untuk meluruskan sejarah,” kata Anwar.
Anwar mengatakan, dirinya bukan tipe orang yang menyudutkan orang. “Saya sebenarnya bukan bermaksud untuk menyudutkan siapapun. Bukan tipe saya,” ucapnya.
Dia mengatakan akan mengungkap fakta sebenarnya siapa saja yang terlibat, apa peran dan tanggungjawabnya dan siapa di balik kotak pandora pada waktunya. “Saya tidak mau meninggalkan sejarah hitam, sejarah kelam bagi anak istri saya, terutama bagi bangsa dan negara. Yang penting bagi saya adalah jangan sampai peristiwa itu dialami oleh siapapun dan dilakukan oleh siapapun,” ujarnya. (nas)









