INDOPOSCO.ID – Keberhasilan Kontingen Indonesia menempati posisi runner-up pada SEA Games 2025 Thailand dengan torehan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu tidak hanya ditentukan oleh performa atlet di arena pertandingan. Di balik capaian tersebut, kepemimpinan Chef de Mission (CdM) menjadi faktor kunci yang memastikan seluruh elemen kontingen bergerak secara terkoordinasi dan berkelanjutan.
Sebagai CdM Kontingen Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono memainkan peran sentral dalam mengorkestrasi proses persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi selama ajang multievent terbesar di Asia Tenggara tersebut. Dalam kompetisi dengan tingkat kompleksitas tinggi seperti SEA Games, peran CdM tidak sekadar administratif, tetapi menuntut kepemimpinan strategis, ketegasan pengambilan keputusan, serta kemampuan mengelola dinamika di lapangan.
Bayu yang juga dikenal sebagai pengusaha nasional dan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional, membawa pengalaman manajerialnya ke dalam pengelolaan kontingen. Kemampuan menyusun strategi jangka menengah dan panjang, mengelola sumber daya besar, serta menyatukan berbagai kepentingan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai CdM.
Pendekatan kepemimpinan Bayu bertumpu pada perencanaan yang matang, pembagian peran yang jelas, serta disiplin dalam eksekusi. Setiap unsur kontingen-mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga tim pendukung-ditempatkan dalam sistem koordinasi yang terstruktur dengan alur komunikasi terbuka dan responsif terhadap perkembangan pertandingan.
Dalam keseharian, Bayu berperan sebagai penghubung utama antara federasi cabang olahraga, pelatih, atlet, dan tim pendukung. Fokus utamanya adalah memastikan atlet dapat bertanding secara optimal tanpa terbebani persoalan non-teknis seperti logistik, kesehatan, transportasi, maupun akomodasi.
“Ini susah-susah gampang. Susahnya, bagi saya yang berlatar belakang pengusaha, olahraga adalah hal yang baru. Mudahnya, karena saya terbiasa mengelola tim kerja,” ujar Bayu dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Di balik layar, Bayu mengoordinasikan tim CdM yang bekerja hampir tanpa jeda. Tim ini meliputi tenaga medis, fisioterapis, masseur, logistik, transportasi, akomodasi, hingga cluster manager serta tim monitoring dan evaluasi. Seluruhnya menjadi tulang punggung operasional kontingen agar atlet tetap berada dalam kondisi prima sepanjang kompetisi.
“Banyak pekerjaan tim CdM yang tidak terlihat publik, tetapi sangat menentukan. Mulai dari tim medis yang siaga setiap hari, tim logistik, hingga tim transportasi dan akomodasi yang bekerja hampir 24 jam,” jelasnya.
Pengalaman Bayu di Kadin juga tercermin dalam kemampuannya membangun kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan berbagai mitra, termasuk sektor swasta, turut memastikan dukungan sarana, prasarana, dan logistik yang memadai selama SEA Games berlangsung.
Menurut Bayu, capaian Indonesia di SEA Games 2025 Thailand menjadi bukti bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Di balik setiap medali, terdapat sistem kerja yang solid, perencanaan yang terukur, serta kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai elemen dalam satu tujuan bersama.
SEA Games 2025 Thailand pun menegaskan peran Chef de Mission merupakan elemen krusial dalam menjembatani visi prestasi nasional dengan implementasi di lapangan-sebuah peran yang kerap luput dari sorotan, namun menentukan arah dan hasil perjuangan kontingen Indonesia di ajang multievent internasional. (rmn)










