INDOPOSCO.ID – Di tengah derasnya arus globalisasi olahraga modern, Indonesia memilih menempuh jalan yang berakar pada tradisi, membawa pencak silat yang merupakan warisan leluhur Nusantara menembus panggung olahraga dunia.
Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal pencak silat agar semakin diterima sebagai bagian dari gerakan olahraga internasional. Upaya tersebut diperkuat melalui diplomasi olahraga dan sinergi strategis antara pemerintah, gerakan Olimpiade, serta federasi olahraga dunia.
Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, ke Kantor NOC Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mematangkan langkah pencak silat menuju pengakuan global yang lebih luas.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa pencak silat tidak sekadar cabang olahraga, melainkan identitas bangsa yang memiliki daya saing internasional.
“Pencak silat bukan hanya identitas budaya bangsa, tetapi juga cabang olahraga yang memiliki daya saing internasional. Dukungan dan perhatian langsung Presiden Republik Indonesia menjadi energi besar bagi kami di NOC Indonesia untuk terus mengawal proses pencak silat agar semakin diakui di tingkat dunia, termasuk dalam gerakan Olimpiade,” ujar Okto dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Menurut Okto, kekuatan utama Indonesia terletak pada solidnya kolaborasi antara pemerintah dan gerakan Olimpiade nasional, yang selama ini menjadi fondasi diplomasi olahraga.
“Kerja sama yang solid antara Presiden Republik Indonesia, pemerintah, dan NOC Indonesia menunjukkan keseriusan bangsa ini dalam menjadikan olahraga sebagai bagian dari diplomasi global. Pencak silat adalah contoh nyata bagaimana olahraga prestasi, budaya, dan identitas bangsa dapat berjalan beriringan,” tambahnya.
Dalam forum yang sama, Stephan Fox memberikan apresiasi terhadap posisi strategis Indonesia di kancah olahraga dunia. Ia menilai peran NOC Indonesia semakin menonjol melalui kepemimpinan para tokohnya di tingkat internasional.
“NOC Indonesia telah menunjukkan peran yang sangat luar biasa, baik melalui Okto sebagai Presiden maupun Erick Thohir sebagai IOC Member sekaligus Menteri Olahraga. Ini mencerminkan kerja sama yang kuat antara gerakan Olimpiade dan pemerintah,” kata Stephan Fox.
Lebih jauh, Fox mengungkapkan pengalamannya bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia dalam sebuah pertemuan tertutup di Paris. Dalam pertemuan tersebut, pencak silat menjadi topik utama pembahasan.
“Saya mendapat kehormatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia dalam pertemuan di Paris, di mana beliau menyampaikan komitmen dan mengajak kerja sama terkait pencak silat, yang beliau pimpin sebagai Presiden Dunia, menuju pengakuan dalam gerakan Olimpiade. Saya telah berjanji kepada Presiden bahwa kami akan melakukan yang terbaik untuk mendukung upaya tersebut,” ungkapnya.
Dengan dukungan pemerintah, jejaring internasional, serta diplomasi olahraga yang kian matang, pencak silat perlahan melangkah keluar dari gelanggang tradisi menuju arena global, membawa harapan bahwa suatu hari jurus-jurus Nusantara akan dipertandingkan di panggung olahraga tertinggi dunia. (her)




















