• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Wacana Pilkada Tidak Langsung, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa

Dilianto - Editor Dilianto -
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:02
in Politik
Ilustrasi pemungutan suara Pilkada oleh KPU, di tengah wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah dari rakyat ke DPRD. Foto: ANTARA

Ilustrasi pemungutan suara Pilkada oleh KPU, di tengah wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah dari rakyat ke DPRD. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah riuh wacana perubahan sistem demokrasi lokal, satu pertanyaan mengemuka: siapa sebenarnya yang akan tersenyum paling lebar jika kepala daerah kembali dipilih oleh DPRD?

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, jawaban atas pertanyaan itu tidak sesederhana “partai penguasa”. Justru, menurutnya, peta keuntungan bisa berbalik arah jika Pilkada tak lagi digelar secara langsung oleh rakyat.

BacaJuga:

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Bangun Ekosistem Ekonomi Kawasan, Ketua DPD RI: Sumbagsel Miliki Fondasi dan Potensi Besar

RUU Pemilu, Golkar Bidik Parliamentary Threshold Ideal 4-6 Persen Demi Demokrasi Berkualitas

Pria yang akrab disapa Hensa itu menyebut, ada dua dampak besar yang patut dicermati bila skema pemilihan lewat DPRD benar-benar diterapkan. Salah satunya, partai yang saat ini memegang kendali kekuasaan nasional belum tentu menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Alasannya, mekanisme pemilihan akan sepenuhnya bergantung pada komposisi kursi di DPRD, bukan lagi pada tingkat popularitas figur di mata pemilih.

“Pilkada tidak langsung ini belum tentu menguntungkan partai penguasa saat ini, justru yang sangat diuntungkan oleh wacana ini adalah partai dengan kriteria pemenang Pileg serta mempunyai basis akar rumput yang kuat,” ujar Hensa melalui gawai, Kamis (15/1/2026).

Menurut Hensa, kondisi itu membuka karpet merah bagi partai-partai lama yang telah lama menanam jaringan hingga tingkat daerah. Struktur organisasi yang matang dan loyalitas pemilih yang terbangun selama puluhan tahun menjadi modal utama.

Ia menegaskan, partai-partai semacam itu relatif lebih mudah mengamankan kursi legislatif daerah, yang kelak menjadi penentu siapa yang duduk di kursi kepala daerah.

“Partai-partai yang sudah berdiri lama ini otomatis sudah memiliki basis massa yang kuat di daerahnya, sehingga menguntungkan jika Pilkada digelar tidak langsung,” tuturnya.

Dengan demikian, jika Pilkada kembali ditarik ke ruang-ruang DPRD, peta kekuasaan lokal bukan hanya akan berubah, tetapi juga berpotensi kembali dikuasai oleh partai-partai lama yang paling siap secara struktur dan jaringan. Sementara suara rakyat, perlahan terancam menjadi sekadar gema di luar ruang pengambilan keputusan. (her)

Tags: AnalisHendri SatrioHensaPartai Penguasapartai politikpilkadaPilkada Lewat DPRDPilkada Tidak LangsungUU Pemilu

Berita Terkait.

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Politik

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Minggu, 26 April 2026 - 21:36
sutan
Politik

Bangun Ekosistem Ekonomi Kawasan, Ketua DPD RI: Sumbagsel Miliki Fondasi dan Potensi Besar

Minggu, 26 April 2026 - 14:14
Ahmad-Doli-Kurnia-Tandjung
Politik

RUU Pemilu, Golkar Bidik Parliamentary Threshold Ideal 4-6 Persen Demi Demokrasi Berkualitas

Rabu, 22 April 2026 - 12:07
I-Nyoman-Parta
Politik

DPR Desak Aturan Turunan UU PPRT: Jangan Mengulang Kesalahan!

Rabu, 22 April 2026 - 11:26
Abdul-Fikri-Faqih
Politik

Revisi UU Sisdiknas, DPR RI Dukung Pembagian Peran PTN dan PTS

Rabu, 22 April 2026 - 09:34
Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital
Politik

Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital

Rabu, 22 April 2026 - 07:54

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan Ringan Diperkirakan di Jaktim dan Jaksel

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.