• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Wacana Pilkada Tidak Langsung, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa

Dilianto - Editor Dilianto -
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:02
in Politik
Ilustrasi pemungutan suara Pilkada oleh KPU, di tengah wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah dari rakyat ke DPRD. Foto: ANTARA

Ilustrasi pemungutan suara Pilkada oleh KPU, di tengah wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah dari rakyat ke DPRD. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah riuh wacana perubahan sistem demokrasi lokal, satu pertanyaan mengemuka: siapa sebenarnya yang akan tersenyum paling lebar jika kepala daerah kembali dipilih oleh DPRD?

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, jawaban atas pertanyaan itu tidak sesederhana “partai penguasa”. Justru, menurutnya, peta keuntungan bisa berbalik arah jika Pilkada tak lagi digelar secara langsung oleh rakyat.

BacaJuga:

Hadirkan Pakar Politik dan Lingkungan, IQRO PKS Bahas Keadilan Ekologis

Akulturasi Budaya dan Pemilu pada Masyarakat Adat Suku Kajang

Dorong Pemerintahan Efektif, Fraksi NasDem Usul Ambang Batas Parlemen Naik hingga 7 Persen

Pria yang akrab disapa Hensa itu menyebut, ada dua dampak besar yang patut dicermati bila skema pemilihan lewat DPRD benar-benar diterapkan. Salah satunya, partai yang saat ini memegang kendali kekuasaan nasional belum tentu menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Alasannya, mekanisme pemilihan akan sepenuhnya bergantung pada komposisi kursi di DPRD, bukan lagi pada tingkat popularitas figur di mata pemilih.

“Pilkada tidak langsung ini belum tentu menguntungkan partai penguasa saat ini, justru yang sangat diuntungkan oleh wacana ini adalah partai dengan kriteria pemenang Pileg serta mempunyai basis akar rumput yang kuat,” ujar Hensa melalui gawai, Kamis (15/1/2026).

Menurut Hensa, kondisi itu membuka karpet merah bagi partai-partai lama yang telah lama menanam jaringan hingga tingkat daerah. Struktur organisasi yang matang dan loyalitas pemilih yang terbangun selama puluhan tahun menjadi modal utama.

Ia menegaskan, partai-partai semacam itu relatif lebih mudah mengamankan kursi legislatif daerah, yang kelak menjadi penentu siapa yang duduk di kursi kepala daerah.

“Partai-partai yang sudah berdiri lama ini otomatis sudah memiliki basis massa yang kuat di daerahnya, sehingga menguntungkan jika Pilkada digelar tidak langsung,” tuturnya.

Dengan demikian, jika Pilkada kembali ditarik ke ruang-ruang DPRD, peta kekuasaan lokal bukan hanya akan berubah, tetapi juga berpotensi kembali dikuasai oleh partai-partai lama yang paling siap secara struktur dan jaringan. Sementara suara rakyat, perlahan terancam menjadi sekadar gema di luar ruang pengambilan keputusan. (her)

Tags: AnalisHendri SatrioHensaPartai Penguasapartai politikpilkadaPilkada Lewat DPRDPilkada Tidak LangsungUU Pemilu

Berita Terkait.

Ketua Dewan Pengurus LP3ES: KEK Tembakau Kunci Transformasi Ekonomi Madura
Politik

Hadirkan Pakar Politik dan Lingkungan, IQRO PKS Bahas Keadilan Ekologis

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:56
ce
Politik

Akulturasi Budaya dan Pemilu pada Masyarakat Adat Suku Kajang

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:40
Jamkrida Banten Resmi Menjadi Perseroda, Wagub Dimyati Tekankan Tata Kelola Profesional
Politik

Dorong Pemerintahan Efektif, Fraksi NasDem Usul Ambang Batas Parlemen Naik hingga 7 Persen

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:08
Pelantikan
Politik

DPR Resmi Tetapkan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI Gantikan Adies Kadir

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:09
Eddy
Politik

Pimpinan MPR Tegaskan Pentingnya RUU Pengelolaan Perubahan Iklim

Selasa, 27 Januari 2026 - 06:14
sigit
Politik

Raker Bersama Komisi III DPR RI, Kapolri Tegaskan Polri Lebih Ideal di Bawah Presiden

Senin, 26 Januari 2026 - 12:46

BERITA POPULER

  • Isu KKN Kembali Mencuat, Kakanwil Kemenag Banten Tegaskan Tak Ada Nepotisme

    Isu KKN Kembali Mencuat, Kakanwil Kemenag Banten Tegaskan Tak Ada Nepotisme

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Mensesneg Buka Suara terkait Guncangan Hebat IHSG Hari Ini

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • IHSG Anjlok Tajam, Ekonom: Dampak Transparansi BUMN hingga Polemik Independensi BI

    677 shares
    Share 271 Tweet 169
  • Dari Manggarai hingga Bukit Duri, Polsek Tebet Siapkan Langkah Nyata Cegah Tawuran

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • KPK Panggil 17 Saksi Kasus Korupsi di Ditjen Pajak, OTT Tambang Terus Dikembangkan

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.