INDOPOSCO.ID – Dalam konteks geopolitik, strategi keamanan dan ketahanan merupakan aset terbaik sebuah negara, bahkan sering kali menjadi aset yang paling dijaga.
Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie dalam keterangan, Rabu (14/1/2026). Ia menuturkan, negara Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri.
Namun, menurutnya, Indonesia tetap memiliki peran aktif di tingkat global, melalui kerja sama internasional demi kebaikan bersama.
Ia mengungkapkan, inisiatif strategis di bidang pertahanan dan ketahanan nasional perlu berakar pada perguruan tinggi. Dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta komunitas pertahanan Indonesia.
Namun demikian, dikatakan dia, penguatan tersebut harus diiringi dengan upaya keberlanjutan untuk mengembangkan dan memperluas kapasitas nasional, terutama melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta penguatan sains dan teknologi.
“Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menempatkan penguasaan sains dan teknologi sebagai kunci daya saing bangsa,” katanya.
“Bukan suatu kebetulan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong inisiatif ini, termasuk riset di bidang pertahanan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Indonesia harus kuat dalam riset. Kampus harus bertransformasi menjadi kampus riset. “Bukan berarti pengajaran tidak penting, tetapi pengajaran harus berbasis pada riset,” ucapnya. (nas)




















