INDOPOSCO.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas penempatan pekerja di sektor hospitality. Langkah tersebut ditempuh dengan menjembatani dunia pendidikan dan industri melalui program link and match berskala internasional.
Menurut Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani, hospitality menjadi salah satu sektor dengan permintaan tinggi namun belum sepenuhnya terpenuhi lewat Sistem Informasi dan Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI).
“Entah karena suplainya, atau mungkin ketidaksesuaian kompetensi dengan kriteria yang dibutuhkan pemberi kerja dan lain-lain,” kata Christina saat meninjau Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Duta Persada dan LPK Putri Kedaton, serta Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta di Yogyakarta dikutip Rabu (14/1/2026).
Oleh karenanya, permintaannya yang besar dan belum seluruhnya terpenuhi, maka Kementerian P2MI perlu turun langsung memastikan potensi lembaga pendidikan dan LPK yang bisa menjadi sumber suplai pekerja migran.
Adapun, pemenuhan kebutuhan pekerja migran ini tidak ditujukan bagi lulusan baru, mengingat banyak negara tujuan mensyaratkan adanya pengalaman kerja, sehingga bisa berbasis pada alumni yang telah memiliki kompetensi dan rekam jejak kerja.
Di dua LPK dan Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta, Christina juga berdiskusi terkait rencana sinergi yang diarahkan pada penguatan jejaring antara lembaga pendidikan, LPK, dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
“Ke depan, ekosistem penempatan yang lebih terhubung perlu terus dibangun, mulai dari lembaga pendidikan dan LPK, lembaga sertifikasi hingga P3MI, agar suplai tenaga kerja migran benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global,” imbuh Christina. (dan)







