• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Metafora “Tongkat Nabi Musa” Presiden Tak Relevan, Pakar Minta Solusi Nyata

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 13 Januari 2026 - 14:50
in Nasional
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025). Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025). Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar hukum tata negara, Feri Amsari mengkritik cara sebagian pemimpin memaknai ketegasan dan kekuasaan. Menurutnya, ketegasan yang diharapkan publik bukan ditunjukkan melalui kemarahan di depan kamera atau pidato berapi-api, melainkan melalui kebijakan konkret yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Ketegasan itu bukan soal marah-marah di depan kamera atau pidato keras. Yang dibutuhkan rakyat adalah kebijakan nyata yang bisa dirasakan,” kata Feri dalam diskusi Survei KedaiKOPI bertajuk “Mencari Sosok Pemimpin Ideal Indonesia: Apa Kata Rakyat?” di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

BacaJuga:

KPK Pasca-Revisi: Antara Kekuasaan dan Kehilangan Gigi

Laporan Reformasi Polri Tunggu Prabowo Pulang dari Rusia, Jimly Sebut Banyak Poin Penting

21 Tahun Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Sudah Luluskan 9 Ribu Penerima Manfaat Berkualitas

Ia menilai pemimpin yang benar-benar tegas akan terlihat saat menghadapi krisis, terutama bencana alam. Dalam kondisi tersebut, pemimpin dituntut mampu mengambil keputusan cepat dan tepat, bukan sekadar membangun citra melalui pernyataan publik.

“Pemimpin yang tegas itu terlihat ketika ada krisis. Dia bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, bukan sibuk membangun citra,” tegasnya.

Feri juga menyinggung teori kekuasaan presiden dari ilmuwan politik Amerika Serikat, Richard Neustadt, yang menyebut kekuasaan terletak pada kemampuan mempersuasi. Namun, menurut Feri, persuasi tidak cukup hanya melalui pidato yang berulang-ulang tanpa disertai kebijakan nyata.

“Neustadt bilang kekuasaan presiden itu ada pada kemampuan mempersuasi. Tapi kalau yang dilakukan hanya pidato rutin tanpa kebijakan konkret, itu bukan persuasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingginya frekuensi pidato tidak otomatis membuat publik merasa tenang atau yakin terhadap kinerja pemerintah.

“Banyak bicara tidak sama dengan berhasil meyakinkan rakyat,” ujarnya.

Kritik juga diarahkan pada penggunaan metafora religius seperti “tongkat Nabi Musa” yang kerap disampaikan Presiden saat merespons lambannya penanganan bencana. Menurut Feri, ungkapan tersebut telah berulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan.

“Itu sudah diucapkan sejak peringatan Natal 2024, lalu saat bencana Aceh 2025, sampai rapat kabinet. Terus diulang,” kata Feri.

“Masalahnya bukan punya tongkat Nabi Musa atau tidak. Masalahnya ada keberanian atau tidak untuk mengambil kebijakan yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” lanjutnya.

Ia menilai, rakyat tidak membutuhkan simbol atau metafora, melainkan solusi konkret atas persoalan sehari-hari.

“Rakyat tidak butuh metafora. Rakyat butuh solusi konkret,” tambahnya. (her)

Tags: Feri AmsariPakar Hukum Tata NegaraPresiden Prabowo

Berita Terkait.

Diskusi
Nasional

KPK Pasca-Revisi: Antara Kekuasaan dan Kehilangan Gigi

Jumat, 17 April 2026 - 21:34
Peluncuran-Buku
Nasional

Laporan Reformasi Polri Tunggu Prabowo Pulang dari Rusia, Jimly Sebut Banyak Poin Penting

Jumat, 17 April 2026 - 20:23
Outlook
Nasional

21 Tahun Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Sudah Luluskan 9 Ribu Penerima Manfaat Berkualitas

Jumat, 17 April 2026 - 18:41
Wamen Ekraf Perkuat Literasi IP Pejuang Seni Bersama GIK UGM
Nasional

Wamen Ekraf Perkuat Literasi IP Pejuang Seni Bersama GIK UGM

Jumat, 17 April 2026 - 14:05
Korsleting Tiang Listrik Picu Kebakaran di Tanjung Duren, 5 Orang Meninggal
Nasional

Korsleting Tiang Listrik Picu Kebakaran di Tanjung Duren, 5 Orang Meninggal

Jumat, 17 April 2026 - 12:36
KKP Siap Manfaatkan 4 Kapal Eks Illegal Fishing, Salah Satunya “Raksasa” MV Run Zeng 03
Nasional

KKP Siap Manfaatkan 4 Kapal Eks Illegal Fishing, Salah Satunya “Raksasa” MV Run Zeng 03

Jumat, 17 April 2026 - 10:03

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.