• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Feri Amsari Bongkar Penyebab Pemimpin Ideal Sulit Lahir di Indonesia

Dilianto - Editor Dilianto -
Selasa, 13 Januari 2026 - 11:22
in Nasional
feri

Pakar hukum tata negara Feri Amsari (tengah) menjadi narasumber dalam diskusi Survei KedaiKOPI bertajuk “Mencari Sosok Pemimpin Ideal Indonesia: Apa Kata Rakyat?” yang digelar di Jakarta, Minggu (11/1/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah riuh demokrasi elektoral, harapan rakyat Indonesia terhadap hadirnya pemimpin ideal terus berulang dari satu pemilu ke pemilu berikutnya. Namun, menurut pakar hukum tata negara Feri Amsari, harapan tersebut kerap kandas ketika berhadapan dengan realitas sistem politik yang ada.

Hal itu disampaikan Feri dalam diskusi Survei KedaiKOPI bertajuk “Mencari Sosok Pemimpin Ideal Indonesia: Apa Kata Rakyat?” yang digelar di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

BacaJuga:

Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik

Komisi II Dukung 552 Pemda Terlibat Implementasi PP Tunas

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

“Hasil survei kualitatif yang dilakukan KedaiKOPI menunjukkan pola yang konsisten dari masa ke masa. Publik selalu menginginkan sosok pemimpin yang merakyat, sederhana, religius, tegas, tahu kapan harus bekerja, dan dekat dengan penderitaan rakyat,” ujar Feri.

Gambaran ini, kata dia, identik dengan konsep “ratu adil” yang hidup dalam imajinasi kolektif masyarakat Indonesia.

Namun, Feri menegaskan bahwa temuan tersebut lebih mencerminkan harapan publik, bukan fakta politik.

“Menurut saya, ada jurang yang lebar antara apa yang diinginkan rakyat dan apa yang benar-benar dihasilkan oleh sistem demokrasi elektoral. Salah satu contohnya adalah soal usia pemimpin,” jelas Feri.

“Dalam survei, publik menginginkan pemimpin berusia di atas 40 tahun, tetapi dalam praktik, aturan tersebut bahkan bisa dilompati demi kepentingan politik,” sambungnya.

Bagi Feri, kondisi ini menandakan adanya masalah mendasar dalam sistem politik Indonesia. Sistem yang seharusnya menyalurkan aspirasi rakyat justru sering melahirkan pemimpin yang jauh dari kriteria ideal versi publik.

“Kriteria pemimpin yang baik, menurut saya yaitu kerap hanya dijadikan komoditas kampanye untuk meraih suara, bukan komitmen nyata setelah kekuasaan diraih,” tuturnya.

Ia juga menyoroti perubahan gaya hidup sebagian pemimpin setelah terpilih, yang bertolak belakang dengan citra kesederhanaan saat kampanye.

“Fenomena ini semakin menguatkan anggapan bahwa sistem politik lebih sibuk memproduksi citra daripada menghasilkan kebijakan yang berpihak pada rakyat,” ungkap mantan Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas itu.

Di akhir pemaparannya, Feri menegaskan bahwa hasil survei KedaiKOPI hanyalah pengingat bahwa rakyat Indonesia tidak pernah berhenti berharap pada hadirnya pemimpin yang adil dan tegas.

“Namun selama sistem politik terus mereproduksi janji tanpa realisasi, sosok “ratu adil” itu akan tetap menjadi cerita lama yang berulang dari satu pemilu ke pemilu berikutnya,” tambahnya.

Diskusi tersebut juga turut dihadiri oleh founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said, peneliti BRIN Prof. Siti Zuhro, dan pakar ekonomi Talitha Chairunissa, yang turut memperkaya analisis dari perspektif hukum, politik, dan ekonomi. (her)

Tags: Feri AmsariHendri SatrioKarakter PemimpinLembaga Survei KedaiKOPI

Berita Terkait.

Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik
Nasional

Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:29
Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik
Nasional

Komisi II Dukung 552 Pemda Terlibat Implementasi PP Tunas

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:55
Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026
Nasional

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:47
Beli Obat Lebih Mudah melalui Super Apps BRImo, Hadirkan Layanan Pesanan Obat Antar ke Rumah
Nasional

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Berinovasi Bersama BRI

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:17
Perlindungan Remaja di Era Digital Jadi Sorotan, Begini Respons Pemerintah 
Nasional

Pembatasan Pusat UTBK Seleksi SNBT, Ketum SNPMB: Kami Ingin Cegak Praktik Perjokian 

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:05
Perlindungan Remaja di Era Digital Jadi Sorotan, Begini Respons Pemerintah 
Nasional

Wamenkop Dorong Koperasi TCI Sinergi dengan Kopdes Merah Putih di Tengah Kinerja yang Solid

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:33

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    790 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.