INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Gorontalo mencatat kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan pelayanan ekspor, efektivitas pengawasan, serta optimalisasi penegakan hukum menjadi indikator keberhasilan Bea Cukai Gorontalo dalam menjalankan fungsi kepabeanan dan cukai di wilayahnya.
Pada bidang pelayanan ekspor, kinerja Bea Cukai Gorontalo sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Volume ekspor tercatat meningkat dari 263,49 ribu ton pada 2024 menjadi 351,49 ribu ton pada 2025. Sejalan dengan itu, nilai devisa ekspor juga mengalami kenaikan dari USD42,60 juta menjadi USD53,58 juta. Peningkatan ini mencerminkan peran strategis Bea Cukai Gorontalo dalam mendukung kelancaran arus barang dan memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.
Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan, pertumbuhan ekspor tersebut tidak terlepas dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan prosedur kepabeanan. Secara tidak langsung, kebijakan tersebut turut mendorong kontribusi ekspor Gorontalo terhadap perekonomian nasional sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.
Dari aspek pengawasan, Bea Cukai Gorontalo juga mencatat penguatan kinerja. Jumlah penindakan meningkat dari 40 kasus pada 2024 menjadi 43 kasus pada 2025. Lebih dari sekadar peningkatan jumlah kasus, efektivitas pengawasan terlihat dari lonjakan jumlah barang hasil penindakan yang naik signifikan, dari 284.700 batang rokok ilegal pada 2024 menjadi 878.760 batang pada 2025.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pengawasan semakin terarah dan berbasis manajemen risiko,” ungkap Ade.
Sementara itu, pendekatan penegakan hukum melalui mekanisme ultimum remedium memberikan hasil yang optimal. Penerimaan negara dari sanksi administrasi mengalami peningkatan tajam, dari Rp207 juta pada 2024 menjadi Rp2,04 miliar pada 2025.
Ke depan, Bea Cukai Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis dalam mendukung ekspor nasional, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta menjaga integritas organisasi. (ipo)








