INDOPOSCO.ID – Bea Cukai terus memperkuat perannya sebagai trade facilitator melalui pendampingan dan asistensi ekspor kepada pelaku usaha di berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan oleh Bea Cukai Magelang yang mendorong UMKM di Kabupaten Wonosobo menembus pasar global, serta Bea Cukai Probolinggo yang mendukung ekspor berbasis prinsip keberlanjutan lingkungan.
Di Wonosobo, Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Magelang mengunjungi KUB Berkah Mandiri, UMKM pengolah buah carica dengan merek Carica Strudle by Patara, pada Rabu (8/1/2026). Produk olahan khas Wonosobo tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah dikirim ke luar negeri melalui jasa ekspedisi internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendampingan langsung kepada UMKM agar memahami ketentuan ekspor secara menyeluruh.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menuturkan bahwa banyak produk daerah memiliki potensi besar untuk menembus pasar global apabila didukung dengan pemahaman regulasi yang memadai.
“Melalui asistensi dan edukasi yang berkelanjutan, kami mendorong pelaku UMKM agar lebih percaya diri melakukan ekspor secara mandiri, tanpa terkendala prosedur maupun biaya asistensi,” ujarnya.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui diskusi langsung, sosialisasi ketentuan ekspor, serta sinergi dengan instansi terkait. Bea Cukai berharap program Klinik Ekspor dapat menjadi jembatan bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas akses pasar internasional, sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor daerah.
Sementara itu, di Jawa Timur, Bea Cukai Probolinggo turut mendukung ekspor yang ramah lingkungan dengan menjadi narasumber dalam kegiatan pembahasan ekspor Fly Ash and Bottom Ash (FABA) yang diinisiasi oleh PT PLN Nusantara Power Paiton pada Senin (12/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh jajaran PT PLN Nusantara Power dan PT PLN (Persero).
Budi menyampaikan bahwa pemahaman yang tepat mengenai ketentuan kepabeanan sangat penting dalam mendukung ekspor FABA yang legal, tertib, dan efisien. Ia menjelaskan bahwa optimalisasi ekspor FABA tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, tetapi juga berpotensi mendorong pemanfaatan limbah industri secara produktif serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Ekspor FABA yang dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah industri sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui berbagai kegiatan asistensi tersebut, Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi, pendampingan, dan layanan kepabeanan yang jelas dan transparan. Sinergi antara Bea Cukai, pelaku usaha, dan instansi terkait diharapkan mampu menciptakan iklim ekspor yang kondusif, berdaya saing, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. (ipo)




















