• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Riset KedaiKOPI Ungkap Perbedaan Selera Elite dan Rakyat soal Pemimpin Ideal

Dilianto - Editor Dilianto -
Senin, 12 Januari 2026 - 11:04
in Nasional
Kedai-kopi

(kiri ke kanan): Ekonom Talitha Chairunissa, pakar hukum tata negara Feri Amsari, peneliti BRIN Prof. R. Siti Zuhro, Rektor Institut Harkat Negeri Sudirman Said, dan founder KedaiKOPI Hendri Satrio dalam acara rilis laporan riset kualitatif bertajuk "Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional" yang digelar di Jakarta, pada Minggu (11/1/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan riset kualitatif bertajuk “Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional” yang digelar di Jakarta, pada Minggu (11/1/2026).

Riset ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada 2–3 Desember 2025 dengan melibatkan 30 responden dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, NGO (Organisasi Non-Pemerintah), mahasiswa, jurnalis, ibu rumah tangga, pengemudi ojek online, pedagang, pengusaha, ketua RT, hingga guru, dengan komposisi 73,3 persen laki-laki dan 26,7 persen perempuan.

BacaJuga:

KCIC: Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan dan Risiko Kerusakan

Lindungi Aset Umat, BPN DKI Jakarta dan PWNU DKI MoU Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf

Seskab Teddy Tepis Isu Chaos: Indonesia Stabil, Ekonomi Optimistis

Founder KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan riset ini bertujuan memberi gambaran kepada elite politik dan para calon pemimpin mengenai standar kepemimpinan yang diharapkan masyarakat.

“Riset ini untuk menginformasikan kepada elit politik, kepada calon pemimpin tentang kriteria, kategori, kompetensi pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat di Indonesia,” kata Hensa -sapaan Hendri Satrio-, Minggu (11/1/2026).

Ia menegaskan, riset tersebut tidak dimaksudkan untuk mengangkat figur tertentu, melainkan memberi panduan bagi publik dalam memilih pemimpin.

“Jadi hari ini kita tidak bicara tentang siapa, kita tidak bicara tentang nama, tapi kita memberikan masukan kepada rakyat Indonesia, ini loh sebetulnya dari hasil FGD kita, pemimpin idealnya itu seperti apa, karakter, kriteria, kategori, dan isu yang dibawa oleh mereka,” jelas Hensa.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Institut Harkat Negeri, Sudirman Said menyebut terdapat empat kriteria utama yang konsisten muncul dalam penentuan pemimpin ideal, yakni integritas, kompetensi, kemampuan menginspirasi, dan visi masa depan. Ia menambahkan, semakin besar tanggung jawab yang diemban seorang pemimpin, semakin tinggi pula standar integritas yang dituntut.

“Semakin jujur lingkungan yang diurus akan semakin tinggi integritas yang dibutuhkan, dan riset ini seperti menjadi justifikasi yang saya katakan,” ujar Sudirman.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu mengatakan, perbedaan pandangan antara elite dan non-elite merupakan hal wajar. “Menurut saya wajar antara elite dan non elite itu beda persepsi terkait pemimpin ini, karena elite ini memang fokus pada hulu seperti good governance dan lainnya sementara non elite fokus hilir dan nyata,” tuturnya.

Sementara itu, Peneliti BRIN Prof. R. Siti Zuhro menilai proses rekrutmen kepemimpinan nasional saat ini tidak berjalan mulus.

“Kita merasakan ada dinamika dalam rekrutmen kepemimpinan yang tidak mulus yang ditandai oleh suksesi baik nasional maupun daerah, padahal negara kita ini luas, tapi ketika Pilpres ini seperti tidak ada orang, apa yang salah?,” kata Siti Zuhro.

Karena itu, ia menilai eksplorasi melalui FGD perlu diapresiasi. “Karena sulit saat ini memunculkan pemimpin yang ideal, elemen dari masyarakat, ormas, NGO hingga partai politik seperti di bonsai, maka dari itu eksplorasi seperti ini patut diapresiasi,” terangnya.

Pakar hukum tata negara, Feri Amsari menilai hasil riset ini pada dasarnya memotret harapan publik yang telah lama ada. “Bagi saya banyak hal dari riset ini menjelaskan harapan publik dari pemimpin yang sebenarnya saat ini, kriteria yang dijelaskan dalam riset ini seperti memvalidasi keinginan masyarakat akan pemimpin sejak lama,” ucap Feri.

Sementara itu, ekonom Talitha Chairunissa menyoroti pentingnya ketegasan bagi pemilih di Indonesia. “Ketegasan itu masih dinyatakan sebagai satu hal penting bagi voters di Indonesia, masyarakat Indonesia senang sekali dengan pemimpin yang tegas,” kata Talitha.

Namun ia mengingatkan adanya potensi kompromi moral. “Tradeoff ini adalah apa yang mau saya korbankan demi saya mendapatkan sesuatu,” jelas Talitha.

“Namun, ketika pemimpin yang tegas itu berani mengorbankan sesuatu, misal ‘yaudah deh enggak apa-apa gak jujur yang penting jalan’, nah ini yang bahaya karena morality ini kan sebenarnya sesuatu yang tidak bisa ditawar,” tambahnya.

Laporan KedaiKOPI juga mencatat perbedaan preferensi antara kelompok elite dan non-elite. Elite cenderung memilih pemimpin dengan visi besar, kemampuan strategis, dan orientasi pada isu geopolitik, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan. Sebaliknya, kelompok non-elite lebih menekankan empati, kesederhanaan, respons cepat terhadap krisis, religiusitas, serta isu-isu langsung seperti bantuan sosial, pangan murah, layanan BPJS, dan Palestina.

Meski demikian, kedua kelompok sepakat pada pentingnya pengalaman, prestasi tanpa kontroversi, serta pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Riset ini juga menemukan bahwa politik uang dipandang sebagai praktik yang lazim dalam kontestasi, baik dalam bentuk sedekah, uang transport, maupun kontrak politik. (her)

Tags: Hendri SatrioHensaKriteria PemimpinLembaga Survei KedaiKOPI

Berita Terkait.

Whoosh
Nasional

KCIC: Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan dan Risiko Kerusakan

Sabtu, 11 April 2026 - 00:16
fb
Nasional

Lindungi Aset Umat, BPN DKI Jakarta dan PWNU DKI MoU Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf

Jumat, 10 April 2026 - 22:44
Seskab
Nasional

Seskab Teddy Tepis Isu Chaos: Indonesia Stabil, Ekonomi Optimistis

Jumat, 10 April 2026 - 22:24
Diskusi
Nasional

Kemlu dan Think-Thank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power dalam Tatanan Global

Jumat, 10 April 2026 - 22:04
Jaspal
Nasional

Ekspansi SIS Kian Agresif, Kampus NEJ Hadir di Tonggak 3 Dekade

Jumat, 10 April 2026 - 21:23
Prabowo
Nasional

Dari Defensif ke Solutif, Wajah Komunikasi Istana Mulai Berubah

Jumat, 10 April 2026 - 20:42

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.