INDOPOSCO.ID – PSBS Biak bersiap menghadapi ujian penting pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik itu akan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (12/1/2026) sore WIB. Bagi PSBS, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum untuk kembali mengumpulkan poin di “kandang” sendiri.
Caretaker pelatih PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, membawa optimisme tersendiri jelang duel tersebut. Ia memastikan kondisi tim berada dalam situasi yang relatif ideal setelah menyelesaikan sesi official training terakhir. Kabar baik datang dari sejumlah pemain yang sebelumnya absen dan kini siap kembali memperkuat tim.
“Anak-anak dalam kondisi yang baik. Kemarin pemain yang tidak bisa tampil karena akumulasi kartu dan sakit dipastikan bisa tampil di pertandingan nanti sore,” ujar Kahudi dalam keterangan resmi klub, Minggu (11/1/2026).
Kahudi menilai laga kontra Bhayangkara FC menjadi kesempatan penting bagi PSBS untuk bangkit. Dengan dukungan kebersamaan di dalam tim, ia berharap para pemain mampu tampil maksimal dan bermain dengan hati.
“Semua pemain punya keinginan kuat. Artinya ini ada satu kesempatan lagi kami untuk mendapatkan poin di kandang. Kami semuanya bersepakat bagaimana nanti bisa maksimal bermain dengan hati, menjaga kebersamaan,” tegasnya.
Pelatih berusia 47 tahun itu menekankan bahwa konsistensi dan kekompakan adalah fondasi utama yang terus ia bangun selama masa transisi kepelatihannya. Menurutnya, proses latihan yang dijalani tidak akan berarti tanpa komitmen kolektif di atas lapangan.
“Mudah-mudahan mereka konsisten dan saya yakin melihat kebersamaan mereka, semoga proses latihan kami selama ini akan membuahkan hasil selama kami selalu bersama,” harap Kahudi.
Menghadapi Bhayangkara FC yang secara posisi klasemen dan kualitas skuad berada di atas PSBS, Kahudi menegaskan bahwa tim pelatih telah melakukan evaluasi menyeluruh dari laga sebelumnya. Analisis permainan The Guardians juga telah dilakukan, meski ia menegaskan bahwa implementasi strategi tetap menjadi kunci utama.
“Setiap pertandingan pasti ada evaluasi dan kami melihat bagaimana tim lawan bermain sebelumnya. Kami sudah mempersiapkan strategi, tapi nanti kita lihat di lapangan apakah pemain bisa konsisten menjalankan itu,” katanya.
Saat ini, PSBS Biak masih berjuang keluar dari papan bawah. Mereka menempati peringkat ke-15 klasemen sementara dengan 13 poin, sedangkan Bhayangkara FC berada di posisi kesembilan dengan koleksi 22 poin. Meski demikian, perbedaan posisi tersebut tak membuat Kahudi ciut nyali.
Baginya, sepak bola bukan sekadar adu nama besar atau kualitas individu, melainkan soal bagaimana sebuah sistem dapat dijalankan secara kolektif oleh seluruh pemain.
“Saya pikir pertandingan sepak bola tergantung dari sistem, bukan hanya satu dua orang pemain. Saya harus mencoba membangun sistem yang baru dengan pemain yang ada. Asal mereka konsisten, meski lawan ada di atas, saya yakin anak-anak bisa berbuat,” tambahnya. (her)




















