INDOPOSCO.ID – Anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman jadi sorotan publik setelah Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi atau MKMK memberikan surat peringatan (SP) karena dinilai banyak bolos sidang.
Hal itu kemudian membuat Anwar Usman mempertanyakan, urgensi MKMK membuka data absensi ketidakhadiran dalam sidang dan rapat kepada media. Adik ipar Jokowi ini pun mengaku langsung menelpon panitera yang memiliki data kehadiran dan ketidakhadiran.
“Dia (panitera) juga nggak tahu, gitu. Kok bisa, karena memang biasanya diberitahu alasan ketidakhadiran. Kenapa tidak ikut serta baik dalam sidang pleno, sidang panel MK,” kata Anwar Usman kepada wartawan dikutip Senin (12/1/2026).
Ia mengaku makin kaget usai pemberitaan dirinya makin massif. Dia menelpon Juru Bicara (Jubir) MK yang juga kepala sekretariat MK mempertanyakan terkait hal itu. “Rupanya, ini alasannya yang masuk akal. Ketika mau menyampaikan, termasuk surat peringatan ke saya hanya cukup di surat, tapi kan diekspose dan siarkan ke media kaget saya. Itu makanya rame. Keluarga saya juga protes ke saya, sebab mereka tahu, saya sakit,” ungkapnya.
Kian terpojok, Anwar Usman tampak kecewa. Rentetan kasus yang menyudutkan dirinya dinilai tak sesuai skenario. Apalagi ketika dikaitkan dengan isu kotak pandora putusan kontroversial MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang memuluskan langkah anak mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres).
Termasuk saat disinggung soal operator dan maestro isu kotak pandora berinisial AG. AG diperbincangkan publik sebagai maestro yang bertindak sebagai operator utama dan pengendali operasi di balik isu kotak pandora putusan kontroversial MK.
Sembari tersenyum Anwar berjanji akan mengungkap hal itu. “Nanti. Tunggu aja, ada waktunya membuka semuanya biar jelas untuk meluruskan sejarah,” katanya.
Dia mengatakan, dirinya bukan tipe orang yang menyudutkan orang. “Saya sebenarnya bukan bermaksud untuk menyudutkan siapapun. Bukan tipe saya,” ucapnya.
Lebih jauh ia mengungkapkan fakta sebenarnya siapa saja yang terlibat, apa peran dan tanggungjawabnya dan siapa di balik isu kotak pandora pada waktunya.
“Saya tidak mau meninggalkan sejarah hitam, sejarah kelam bagi anak istri saya, terutama bagi bangsa dan negara. Yang penting bagi saya adalah jangan sampai peristiwa itu dialami oleh siapapun dan dilakukan oleh siapapun,” ujarnya.
Sebelumnya, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) memberi surat peringatan kepada hakim MK Anwar Usman gara-gara sering tak hadir sidang dan rapat. MKMK mengatakan surat itu bukan sanksi.
“Kami hanya mengirimkan surat peringatan dalam pengertian bukan sebagai sanksi, tetapi mengingatkan. Mengingatkan, itu saja. Ya karena kembali lagi kepada yang kami sampaikan tadi, kami sebenarnya lebih ingin menjaga kok, bukan menghukum, gitu,” ujar Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna di gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026) lalu. (nas)




















