• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Minim Persaingan Politik, Demokrasi Indonesia Kehilangan Substansi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 12 Januari 2026 - 22:42
in Politik
tps

Ilustrasi - Aktivitas pemungutan suara di TPS saat pilpres 2024 lalu. Demokrasi prosedural di Indonesia saat ini dianggap tetap berjalan, namun kompetisi politik dinilai semakin menurun. INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Fenomena calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) hingga minimnya kompetisi di internal partai politik (parpol) dinilai sebagai sinyal kuat bahwa demokrasi Indonesia sedang tidak sehat.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Utama BRIN, Prof. R. Siti Zuhro, dalam diskusi Survei KedaiKOPI bertajuk “Mencari Sosok Pemimpin Ideal Indonesia: Apa Kata Rakyat?” di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

BacaJuga:

DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Menyerahkan Diri

Anggota DPR: Timwas Intelijen DPR Bisa Dalami Kasus Penyiraman

Rayakan Lebaran di Tengah Gejolak Global, Golkar Ajak Jaga Persatuan

“Partai politik itu rumahnya demokrasi, tapi justru kesulitan menjalankan kompetisi yang free and fair (bebas dan adil) di internalnya sendiri,” ujar Siti Zuhro.

Ia menyoroti praktik kongres atau musyawarah nasional partai yang hanya menghadirkan satu kandidat ketua umum.

“Kalau kongres atau munas calonnya tunggal, itu demokrasi macam apa?” tegasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Siti Zuhro, berdampak langsung pada proses politik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk munculnya pilkada dengan calon tunggal yang melawan kotak kosong.

“Di pilkada pun calonnya tunggal. Lawannya kotak kosong. Ini ngeri,” katanya.

Menurutnya, fenomena ini bukan hanya persoalan teknis pemilu, tetapi telah membentuk cara berpikir publik yang tidak sehat.

“Kita mulai diajari tidak rasional. Demokrasi kita semakin ke sini kacau banget,” ucapnya.

Ia menjelaskan, lemahnya kompetisi politik saat ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang pembatasan organisasi dan kaderisasi pada era Orde Baru.

“Dulu ormas itu alat kaderisasi awal sebelum masuk partai politik. Tapi (ormas) justru dibonsai (sengaja dikecilkan dan dilemahkan supaya tidak berkembang) juga. Semua organisasi dibatasi. Itu membuat mata rantai kaderisasi putus,” jelasnya.

Akibatnya, partai politik kini kesulitan menyiapkan stok pemimpin alternatif yang berkualitas. “Apa gunanya parpol kalau tidak menghadirkan kader-kader baru yang berkualitas?” tambahnya.

Siti Zuhro menilai, jika situasi ini terus dibiarkan, demokrasi Indonesia hanya akan menjadi prosedural semata, tanpa substansi kompetisi gagasan dan kualitas kepemimpinan. Dan tanpa perbaikan mendasar, besarnya jumlah penduduk dikhawatirkan hanya akan menjadi angka statistik, bukan sumber lahirnya pemimpin-pemimpin besar bagi masa depan bangsa. (her)

Tags: BRINDemokrasi IndonesiaKarakter PemimpinPeneliti BRINpolitikR. Siti ZuhroSiti Zuhro

Berita Terkait.

DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Menyerahkan Diri
Politik

DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Menyerahkan Diri

Senin, 23 Maret 2026 - 16:02
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berawan-Hujan Ringan.
Politik

Anggota DPR: Timwas Intelijen DPR Bisa Dalami Kasus Penyiraman

Senin, 23 Maret 2026 - 12:01
Rayakan Lebaran di Tengah Gejolak Global, Golkar Ajak Jaga Persatuan
Politik

Rayakan Lebaran di Tengah Gejolak Global, Golkar Ajak Jaga Persatuan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:51
UI
Politik

Kisruh Talent Scouting UI, DPR Minta Rektor Investigasi dan Pulihkan Status Kelulusan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:30
Oleh-Soleh
Politik

Anggota DPR Minta Transparansi Usut Kasus Penyiraman Air Keras

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:49
Rieke
Politik

Komisi XIII DPR Dorong Narapidana Tak Mampu Dapat BPJS PBI

Kamis, 19 Maret 2026 - 04:07

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    700 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Arus Balik Lebaran 2026 di Tol Cipali Capai 3.500 Kendaraan per Jam, Jelang Sore Lancar

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.