INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan langkah cepat saat rapat koordinasi penanganan bencana di Banda Aceh. Di tengah rapat, Dasco langsung menelepon Presiden Prabowo Subianto dan menghubungkannya dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana di Aceh tidak dipotong.
Peristiwa itu terjadi saat Menkeu Purbaya memaparkan kondisi fiskal daerah bencana dan meminta pemerintah daerah tidak ragu menggunakan anggaran yang tersedia. Purbaya menyampaikan rencananya untuk melaporkan langsung ke Presiden, namun juga meminta bantuan Dasco untuk mengomunikasikannya.
Tak lama berselang, rapat pun terhenti sejenak ketika Dasco menelepon Presiden Prabowo dan langsung menyambungkan percakapan tersebut kepada Purbaya.
“Jadi clear, untuk tahun ini anggaran Anda akan penuh seperti tahun lalu, tidak akan dipotong,” ujar Purbaya usai mendengar langsung arahan Presiden.
Purbaya mengakui belum sempat menghubungi Presiden secara langsung karena agenda yang padat. Namun melalui sambungan telepon tersebut, Prabowo menyatakan persetujuannya agar anggaran bagi daerah terdampak bencana tetap utuh.
“Pak Ketua (Dasco) sudah telepon, dan Pak Presiden bilang setuju. Sudah kita hitung semuanya secara anggaran, bisa, tidak ada masalah,” kata Purbaya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2 Januari 2026, Kementerian Keuangan telah menyalurkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk Pemerintah Provinsi Aceh serta pemerintah kabupaten dan kota. Dengan demikian, persoalan anggaran bukan lagi hambatan dalam penanganan bencana.
Sementara itu, Dasco menyampaikan kesimpulan rapat bahwa sejak 10 Januari 2026, pemulihan pascabencana Sumatera akan ditangani oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dibentuk pemerintah dan dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
“DPR akan menjalankan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, dan koordinasi dalam Satgas Pemulihan Bencana Sumatera,” ujar Dasco.
Ia menambahkan, Pemerintah dan DPR menargetkan seluruh roda pemerintahan di wilayah terdampak Sumatera kembali berjalan normal sebelum Ramadan, serta penanganan bencana dapat dimaksimalkan dan dituntaskan sebelum Lebaran. (dil)








