INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi capaian swasembada pangan nasional yang diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk tahun 2025. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan pangan Indonesia.
Abdul Kharis menilai keberhasilan Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang 2025 mencerminkan meningkatnya kapasitas produksi pangan dalam negeri.
“Swasembada pangan adalah capaian strategis yang patut diapresiasi. Fakta bahwa Indonesia tidak mengimpor beras sepanjang 2025 menunjukkan penguatan produksi nasional,” ujar Kharis dalam keterangannya di Jakarta, dikutip, Minggu (11/1/2026).
Selain itu, ia menyoroti capaian cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog yang mencapai lebih dari 3 juta ton pada akhir 2025, tertinggi sepanjang sejarah. Menurutnya, kondisi tersebut memberikan ruang yang lebih kuat bagi negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Meski demikian, Abdul Kharis mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi dan cadangan semata. Ia menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan terletak pada stabilitas harga pangan serta peningkatan kesejahteraan petani.
“Keberhasilan swasembada harus benar-benar dirasakan oleh petani dan masyarakat. Harga gabah di tingkat petani serta keterjangkauan harga pangan bagi konsumen harus terus dijaga,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk memperluas fokus swasembada ke komoditas strategis lainnya, seperti jagung, kedelai, bawang putih, serta komoditas protein hewani. Langkah tersebut dinilai penting guna mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
Abdul Kharis menambahkan, Komisi IV DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan pangan nasional berjalan berkelanjutan, berbasis data, dan berpihak kepada petani. (dil)









