INDOPOSCO.ID – Dari camilan sederhana, kacang mete olahan asal Makassar berhasil menembus pasar internasional. PT Bunly Abadi Bersama, UMKM yang berlokasi di Komplek Perumahan Dosen Unhas Blok H/20 Makassar, menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar dunia dengan dukungan pendampingan yang tepat.
Usaha ini dirintis Lily Nuryah sejak 2017, setelah mengikuti pelatihan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Kementerian Koperasi. “Usaha ini berdiri sejak tahun 2017, saat terpilih ikut kegiatan pelatihan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) oleh KEMENKOP angkatan ke-16. Ilmu yang didapat dari pelatihan saya aplikasikan ke dunia usaha,” ungkap Lily. Awalnya bergerak di makanan siap saji, Lily mulai mengembangkan olahan kacang mete pada 2018 karena melihat potensi pasar yang besar.
Menurutnya, mete memiliki keunggulan karena dapat diolah menjadi beragam produk. “Alasan saya memilih olahan mete karena kacang mete selain bisa digoreng, juga bisa diolah menjadi beragam variasi rasa, dibuat sebagai toping kue kering, juga diolah menjadi bumbu gado-gado,” katanya. Proses produksi dijalankan bersama empat karyawan tetap dan tiga pekerja harian, menggunakan bahan baku lokal dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.
Produk mete dikemas dalam berbagai ukuran dan rasa, seperti original, pedas, bawang putih, dan rumput laut. “Kami usaha olahan mete dengan bahan baku lokal menunjukkan bahwa produk lokal bisa menjadi primadona,” ujar Lily. Upaya memperluas pasar dilakukan melalui keikutsertaan dalam pameran UMKM, baik nasional maupun internasional.
Hasilnya, PT Bunly Abadi Bersama telah melakukan ekspor ke Hong Kong pada 2021, Mesir pada 2023, dan memperoleh pesanan dari Malaysia pada 2024. “Saat pameran di Melaka Malaysia, tepatnya tanggal 30 November 2024 ada konsumen yang tertarik membeli olahan mete sebesar USD 5000/500 kg,” jelas Lily. Ia juga tengah menyiapkan pengembangan pasar melalui diaspora Indonesia di Australia.
Dalam perjalanan ekspor tersebut, Bea Cukai Makassar berperan aktif memberikan pendampingan. “Bea Cukai Makassar sangat berperan penting. Mereka antusias dalam memberikan solusi pada permasalahan yang dihadapi UMK, sehingga kami lebih maju dan berani untuk ekspor,” ungkap Lily.
Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Ade Irawan, menegaskan peran Bea Cukai tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga pendamping industri. “Program unggulan kami, Export Assistance, adalah wujud nyata dari komitmen ini,” ujarnya. Ade menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas instansi untuk mendorong lahirnya eksportir baru.
Keberhasilan PT Bunly Abadi Bersama menjadi bukti nyata bahwa pendampingan Bea Cukai mampu memberi manfaat langsung bagi UMKM, membuka lapangan kerja, dan mendorong produk lokal Makassar menembus pasar global. (srv)




















