INDOPOSCO.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa dunia olahraga saat ini tidak lagi hanya berbicara soal prestasi dan medali, tetapi juga mencakup olahraga kemasyarakatan serta sport industry yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Erick Thohir usai menghadiri acara Deklarasi Nasional Olahraga Domino Nasional (ORADO) di Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa perkembangan olahraga modern harus dilihat secara menyeluruh, sebagaimana yang telah diterapkan di berbagai negara maju.
“Cabang olahraga sekarang ini ada berbagai macam. Ada olahraga prestasi, ada olahraga kemasyarakatan, dan yang tidak kalah penting adalah sport industry,” ujar Erick kepada awak media.
Ia mencontohkan Amerika Serikat sebagai negara yang berhasil mengelola ketiga aspek tersebut secara seimbang. Dalam ranah prestasi, Amerika memiliki liga bola basket NBA yang telah melahirkan juara dunia dan atlet-atlet Olimpiade. Sementara itu, dalam konteks olahraga masyarakat, terdapat American Football yang sangat populer di dalam negeri meski tidak banyak dimainkan di negara lain.
“American Football itu sebenarnya olahraga masyarakat, tapi akhirnya juga berkembang menjadi sport industry yang sangat besar,” jelasnya.
Selain itu, Erick juga menyinggung olahraga lain yang sejak awal memang dikembangkan sebagai industri hiburan, seperti gulat profesional WWE.
“WWE itu kan gulat, tapi itu juga sport industry. Jadi memang ada olahraga-olahraga yang orientasinya ke industri,” kata Erick.
Dalam konteks tersebut, Erick melihat ORADO memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai bagian dari sport industry di Indonesia. Ia menilai olahraga domino tidak hanya memiliki basis massa yang kuat, tetapi juga peluang besar dalam menggerakkan perputaran ekonomi secara luas.
“Mungkin ORADO ini juga bisa menjadi bagian dari sport industry yang mendorong perputaran ekonomi secara menyeluruh. Dan tentu saya mendorong olahraga-olahraga seperti ini bisa berkembang,” ungkapnya.
Namun demikian, Erick menegaskan bahwa penetapan domino sebagai olahraga prestasi tidak bisa dilakukan secara sepihak dan harus mengikuti aturan serta mekanisme yang berlaku.
“Apakah ini menjadi olahraga prestasi atau tidak, saya tidak bisa mendahului. Semua ada aturannya,” tegas Erick.
Terkait adanya Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) di samping ORADO, Erick menekankan pentingnya menghindari dualisme organisasi dalam satu cabang olahraga.
“Yang saya lihat, KONI dan KOI itu mendapatkan endorsement. Saya hadir hanya berhubung saja. Tapi jangan sampai terjadi dualisme olahraga,” tuturnya.
Ia mencontohkan penyelesaian konflik organisasi pada cabang sepak takraw yang dinilai telah berjalan dengan baik.
“Kemarin saya apresiasi untuk takraw, sudah selesai. Mudah-mudahan olahraga lain juga bisa konsultasi,” ucap Erick.
Menutup pernyataannya, Erick menegaskan bahwa harapannya terhadap ORADO adalah agar fokus berkembang sebagai sport industry yang sehat dan berkelanjutan.
“Ya, sport industry saja. Berkembang, bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan lain-lain,” tambahnya.
Dengan dukungan pemerintah dan pengelolaan organisasi yang solid, ORADO diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana olahraga tradisional dapat bertransformasi menjadi kekuatan industri baru tanpa kehilangan akar sosialnya di tengah masyarakat. (her)




















