INDOPOSCO.ID – Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir, meresmikan operasional Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Selasa (7/1/2025).
Peresmian ini menjadi bagian dari langkah strategis PLN EPI dalam memperkuat ekosistem biomassa nasional berbasis konsep spoke hub, sekaligus menjamin keamanan pasokan (security of supply) biomassa untuk mendukung program transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis dikembangkan sebagai proyek percontohan yang mengintegrasikan potensi biomassa lokal, seperti limbah kayu dan limbah serbuk aren, dengan fasilitas pengolahan, pengujian kualitas, hingga distribusi ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Keberadaan hub ini diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas biomassa, memperkuat rantai pasok, serta mendorong standardisasi pengolahan biomassa di tingkat nasional.
Biomassa hasil pengolahan dari fasilitas ini direncanakan untuk mendukung program co-firing di PLTU Adipala dan PLTU Indramayu. Dengan demikian, hub biomassa ini berkontribusi langsung terhadap penurunan emisi dari pembangkit eksisting yang masih menggunakan batu bara.
Hokkop Situngkir menyampaikan pengembangan hub biomassa merupakan wujud komitmen PLN Group dalam menggantikan bahan bakar fosil secara bertahap dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
“Hub biomassa ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas produksi, tetapi juga sebagai pusat penguatan kualitas dan kepastian pasokan biomassa ke PLTU. Kami memulai dari skala kecil, namun dirancang untuk terus berkembang dengan melibatkan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, dan masyarakat lokal,” ujarnya.
Hokkop menambahkan, pemanfaatan limbah biomassa, termasuk limbah serbuk aren di Ciamis, memberikan dampak ganda berupa pengurangan emisi karbon dan gas metana, sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Bioenergi adalah tentang memanfaatkan seluruh sumber daya hayati secara berkelanjutan. Kehadiran hub ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus penopang ketahanan energi nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Vice President Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Odi Sefriadi, menyatakan pengembangan Hub Biomassa Ciamis berangkat dari potensi biomassa lokal yang besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“PLN EPI melihat potensi limbah serbuk aren di Ciamis yang sangat signifikan. Melalui penerapan teknologi dewatering dengan metode screw press, limbah ini diolah agar memenuhi spesifikasi pembangkit dan siap dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa,” katanya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ciamis, Taufik Gumelar, menyambut baik kehadiran Hub Biomassa tersebut. Menurutnya, proyek ini membuka peluang usaha, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dan warga setempat.
Peresmian ini menandai dimulainya operasional fasilitas pengolahan biomassa berbasis potensi lokal dan menjadi bagian dari upaya PLN EPI membangun ekosistem bioenergi yang berkelanjutan, terstandarisasi, dan berorientasi pada ketahanan energi nasional. (rmn)




















