INDOPOSCO.ID – Dampak bencana alam yang terjadi sejak akhir November 2025 masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Aceh. Hingga akhir Desember, sebagian warga terdampak banjir masih menjalani proses pembersihan lingkungan dan pemulihan rumah secara bertahap, di tengah keterbatasan sarana dan kebutuhan dasar.
Di Kabupaten Aceh Utara, Tim Relawan Bea Cukai Lhokseumawe menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Selasa (30/12/2025. Bantuan berupa kebutuhan pokok diserahkan langsung kepada warga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana.
Di Babah Krueng, aktivitas warga mulai kembali berjalan meski sejumlah rumah masih mengalami kerusakan dan lingkungan belum sepenuhnya pulih. Sebagian warga masih membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki rumah secara mandiri. Penyaluran bantuan dilakukan secara tertib dan sederhana di tengah aktivitas warga yang berupaya menata kembali kehidupan sehari-hari.
Koordinator Tim Relawan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, menyampaikan bahwa kehadiran relawan merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak. “Pemulihan membutuhkan waktu. Kehadiran kami di Babah Krueng adalah bentuk dukungan agar masyarakat tetap mendapat bantuan di tengah proses tersebut,” ujarnya. Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu masyarakat kembali beraktivitas secara normal.
Upaya serupa juga dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang. Tim Bea Cukai Peduli yang terdiri dari Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Bea Cukai Merak, Bea Cukai Kualanamu, dan Bea Cukai Langsa menyalurkan bantuan kepada warga Kampung Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, Rabu (31/12/2025) pukul 11.00 WIB. Bantuan diserahkan di posko desa setempat dan diterima langsung oleh Datok Penghulu Kampung Air Tenang, Muttaqin.
Bantuan yang disalurkan meliputi karpet, gerobak sorong, sekop, cangkul, terpal, selimut, kelambu, serta bahan makanan berupa sarden. Bantuan difokuskan pada alat pembersih lumpur dan perlengkapan tidur untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar pascabencana. Kampung Air Tenang merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir dan tanah longsor, bahkan sempat terisolasi karena genangan air dan material kayu yang menutup akses jalan.
Datok Penghulu Kampung Air Tenang, Muttaqin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan. “Atas nama Pemerintah Desa Kampung Air Tenang dan masyarakat Aceh Tamiang, kami mengucapkan terima kasih dan salam hormat kepada perwakilan Bea Cukai Kualanamu dan Bea Cukai Langsa yang telah turun langsung melihat kondisi masyarakat pascabencana,” katanya.
Penyaluran bantuan di kedua wilayah tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir, seiring dengan proses pemulihan yang masih terus berjalan. (ipo)












