INDOPOSCO.ID – Upaya membangkitkan denyut ekonomi pelaku usaha kecil terus digencarkan. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memulai langkah strategis dengan menggelar rapat koordinasi lintas pihak guna merancang pembentukan Klinik UMKM Bangkit di kawasan Sumatera.
Fokus pengembangan tahap awal diarahkan ke tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai wilayah prioritas pemulihan dan penguatan usaha rakyat.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa inisiatif kolaboratif ini bukan sekadar program pendampingan biasa. Klinik UMKM Bangkit dirancang sebagai ruang solusi, tempat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memperoleh akses pembinaan, konsultasi, hingga penguatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
“Besok saya juga akan turun langsung ke lokasi bencana dan Insya Allah mulai besok Klinik UMKM Bangkit sudah beroperasi. Ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo untuk membantu pemerintah daerah, agar pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Maman di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Maman mengatakan, Klinik UMKM Bangkit menawarkan tiga layanan utama, yaitu pembiayaan, belanja produk lokal, dan penguatan produksi.
“Tujuan dari Klinik UMKM Bangkit adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang bergerak, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus menghindari terjadinya ketimpangan dalam proses pemulihan ekonomi,” katanya.
Maman menjelaskan, Klinik UMKM Bangkit akan dibentuk di sejumlah titik strategis di Sumatera untuk mengoptimalkan dukungan pemulihan ekonomi.
“Akan ada delapan titik Klinik UMKM di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Medan, dan Kota Padang,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Maman, Kementerian UMKM juga sedang menginventarisasi pasar rakyat serta menyiapkan langkah-langkah untuk mengaktifkan kembali pasar-pasar yang terdampak.
“Tak hanya menghidupkan kembali pasar tradisional, Kementerian UMKM juga berencana menghubungkan produk-produk lokal dengan e-commerce dan berbagai mitra terkait, sehingga pergerakan ekonomi dapat terus berlangsung dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” jelas Maman.
Maman menegaskan, keberhasilan program Klinik UMKM Bangkit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Program ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, asosiasi, organisasi kemasyarakatan, sektor swasta, hingga perguruan tinggi. Kami juga akan membuka jalur pelaporan dari masyarakat dan pengusaha UMKM setempat melalui berbagai kanal pengaduan,” tambahnya. (her)




















