INDOPOSCO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengerahkan sebanyak 300 personel gabungan untuk mengamankan kawasan Arbes di Kota Ambon, menyusul kembali terjadinya bentrokan antar kelompok pemuda di wilayah itu.
Wakil Kepala Polda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni di Ambon, Sabtu mengatakan pengerahan personel tersebut bertujuan menjaga stabilitas keamanan serta mencegah meluasnya konflik di wilayah tersebut.
“Personel kami siagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata dia.
Personel diturunkan lantaran bentrokan antar kelompok pemuda itu mengakibatkan sedikitnya 10 orang mengalami luka-luka akibat terkena anak panah, senjata tajam, dan benda tumpul. Seluruh korban saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon dan dipastikan tidak ada korban jiwa.
Berkaitan dengan hal itu, ia menjelaskan aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan secara intensif terkait insiden bentrokan tersebut. Hingga saat ini, sekitar 20 hingga 30 orang saksi telah dimintai keterangan, sementara proses pengumpulan alat bukti masih terus berlangsung.
“Penetapan tersangka harus didukung minimal dua alat bukti yang sah. Kami bekerja hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam penegakan hukum,” ujarnya.
Wakapolda menegaskan kepolisian akan melakukan razia di ruang publik terhadap warga yang kedapatan membawa senjata tajam.
“Jika ditemukan membawa senjata tajam di jalan umum, kami akan melakukan tindakan tegas. Untuk sementara razia difokuskan di ruang publik, belum sampai ke rumah-rumah,” jelasnya.
Selain langkah penindakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi yang melibatkan unsur terkait juga membahas upaya pencegahan jangka panjang. Di antaranya rencana pendirian pos polisi permanen di kawasan Arbes-UIN AMSA yang dikategorikan sebagai wilayah rawan konflik, serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) lingkungan oleh pemerintah bersama masyarakat.
Sementara itu, TNI melalui jajaran Kodam XV/Pattimura menyatakan kesiapan membantu Polri apabila diperlukan guna menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Maluku. (bro)




















