INDOPOSCO.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) baru memfasilitasi mobilisasi cabai dari Provinsi Aceh ke Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) pascabenca banjir dan longsor menerjang tiga provinsi di Sumatera. Hal tersebut dianggap terlambat dibanding aksi serupa yang lebih dulu dilakukan influencer Ferry Irwandi.
Bapanas telah dua kali memobilisasi cabai Aceh via pesawat Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni 40 ton ke Jakarta pada Rabu (17/12/2025) dan hasil panen Bener Meriah ke Medan pada, Kamis (25/12/2025).
Sedangkan Ferry Irwandi mulai menerbangkan hasil panen cabai dari Aceh ke Jakarta pada tanggal 16 Desember 2025. Inisiatif itu muncul pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Deputi Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan langkah tersebut bertujuan ganda, yaitu membantu para petani di wilayah Aceh yang terdampak bencana dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Pengiriman cabai dari Aceh ke Medan dilakukan seiring dengan upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai juga membantu para petani di wilayah aceh agar produksi mereka terserap dengan baik,” ujar Ketut dalam keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).
Cabai hasil panen petani di Kabupaten Bener Meriah diangkut menggunakan pesawat Airbus CN-295M milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan mendarat di Pangkalan Udara Soewondo Medan, Sumatera Utara pada 25 Desember. Setibanya di bandara, komoditas cabai langsung dilakukan bongkar muat dan ditangani oleh offtaker untuk selanjutnya disalurkan ke pasar.
Total volume cabai yang dimobilisasi mencapai 3,5 ton terdiri atas cabai merah keriting (CMK) sebanyak 2,5 ton dan cabai rawit merah (CRM) sebanyak 1 ton. Seluruh cabai tersebut diserap oleh offtaker di wilayah Medan dengan harga pembelian CMK sebesar Rp18 ribu per kilogram (kg) dan CRM sebesar Rp25 ribu per kg.
“Tentunya peran offtaker yang menyerap produksi cabai petani Aceh dengan harga yang wajar ini sangat penting, sehingga keseimbangan antara kepentingan petani dan stabilitas pasar dapat terjaga,” ucap Ketut.
Ferry Irwandi menggagas inisiatif menerbangkan cabai dari petani di Aceh Tengah dan Bener Meriah ke Jakarta menggunakan pesawat kargo bantuan setelah bencana banjir, untuk memutar kembali roda ekonomi warga yang terisolasi.
“Warga Bener Meriah, Aceh Tengah menolak menyerah, hasil panen cabe jadi harapan baru,” jelas Ferry dalam unggahan akun Instagram @irwandiferry, Selasa (16/12/2025).
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) sempat mengusulkan agar pemerintah mengadopsi cara Ferry Irwandi untuk menjaga stabilitas harga pangan, berkaca pada kasus harga cabai di Jakarta yang sempat mencapai Rp120 ribu per kilogram (kg).
“Cara ini sesungguhnya bisa digunakan oleh pemerintah. kami menyebutnya subsidi distribusi,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKAPPI Reynaldi Sarijowan terpisah dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (25/12/2025). (dan)




















