• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Bantah Isu Titipan, Adheri Tegaskan Doli Kurnia Figur Netral dan Kader Ideologis Golkar

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 26 Desember 2025 - 15:50
in Politik
golkar2

Anggota Generasi Muda Partai Golkar, Adheri Zulfikri Sitompul. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Generasi Muda Partai Golkar, Adheri Zulfikri Sitompul, mengatakan pengangkatan Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara (Sumut) sepenuhnya merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Ia menilai tuduhan adanya intervensi pihak eksternal, termasuk Gubernur Sumut Bobby Nasution, tidak memiliki dasar hukum maupun logika politik.

BacaJuga:

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Bangun Ekosistem Ekonomi Kawasan, Ketua DPD RI: Sumbagsel Miliki Fondasi dan Potensi Besar

RUU Pemilu, Golkar Bidik Parliamentary Threshold Ideal 4-6 Persen Demi Demokrasi Berkualitas

“Pengangkatan Plt Ketua DPD I Golkar Sumut sepenuhnya merupakan kewenangan DPP Partai Golkar. Tidak ada ruang intervensi pihak luar, termasuk kepala daerah,” tegas Adheri, kepada INDOPOSCO, Jumat (26/12/2025).

Adheri yang juga Wakil Ketua Umum I DPP Gerakan Advokasi dan Hukum Kosgoro 1957 ini, menyatakan Golkar adalah partai modern dengan sistem komando yang jelas, bukan partai personalistik.

“Golkar memiliki mekanisme internal yang tegas. Gubernur Sumut tidak memiliki kedudukan struktural maupun yuridis dalam pengambilan keputusan internal partai,” ujarnya.

Menurut Adheri, apabila benar terjadi intervensi gubernur, maka hal tersebut justru mudah dibuktikan. Namun hingga kini, isu tersebut hanya berupa narasi tanpa bukti konkret.

“Tuduhan ini lemah secara logika dan hukum. Faktanya tidak ada, hanya isu yang dibangun untuk kepentingan tertentu,” katanya.

Bukan Titipan

Adheri juga membantah anggapan Ahmad Doli Kurnia Tanjung merupakan figur titipan dalam penunjukan Plt Ketua DPD I Golkar Sumut. Ia menegaskan, Doli adalah kader senior Golkar yang memiliki posisi strategis di tingkat pusat.

“Ahmad Doli Kurnia Tanjung adalah Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar dan figur ideologis partai. Ia bukan representasi kepentingan personal siapa pun,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penunjukan figur nasional yang relatif netral justru merupakan pola lama yang kerap dilakukan DPP Golkar untuk meredam konflik internal di daerah.

“Logika politiknya sederhana. Jika ingin memecah, justru figur lokal yang ditunjuk. Penugasan tokoh pusat adalah upaya pendinginan konflik, dan ini sudah menjadi tradisi Golkar sejak dulu,” jelas Adheri yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Al Washliyah (PP Isarah) ini.

Konflik Internal

Adheri menilai framing yang menyebut Bobby Nasution sebagai pihak yang memecah Golkar Sumut merupakan kesesatan logika.

Menurutnya, konflik di tubuh Golkar Sumut telah berlangsung lama, jauh sebelum Bobby menjabat sebagai gubernur.

“Yang memecah Golkar bukan figur eksternal, melainkan konflik internal yang belum terselesaikan,” tuturnya.

Adheri menyebut konflik tersebut dipicu oleh sejumlah persoalan klasik, seperti dualisme loyalitas, pertarungan elit lama dan elit baru, serta resistensi terhadap proses regenerasi.

“Semua itu adalah masalah internal Golkar Sumut, bukan akibat intervensi pihak luar,” tambahnya.

Transisi

Lebih lanjut, Adheri menegaskan keberadaan Plt Ketua bukanlah alat kudeta, melainkan mekanisme transisi organisasi.

“Plt bukan pengganti permanen dan tidak memiliki kewenangan strategis jangka panjang. Tugasnya konsolidasi, menetralkan konflik, dan menyiapkan musyawarah daerah (Musda) yang sah serta demokratis,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan pihak-pihak yang diuntungkan dari framing seolah Golkar Sumut diintervensi gubernur.

“Narasi ini biasanya muncul dari kelompok yang kehilangan kontrol, takut Musda terbuka, dan tidak siap berkompetisi secara sehat,” ungkap Adheri yang jug pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Adheri mengajak seluruh kader Golkar untuk menghentikan narasi konspiratif dan kembali fokus pada konsolidasi internal.

“Golkar tidak diatur oleh gubernur, tidak dititipi oleh siapa pun, dan tidak bisa dipecah oleh pihak luar. Jika ingin solid, fokuslah pada konsolidasi dan Musda yang demokratis,” pungkasnya.(rmn)

Tags: Adheri Zulfikri SitompulAhmad Doli Kurnia TanjunggolkarGolkar Sumut

Berita Terkait.

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Politik

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Minggu, 26 April 2026 - 21:36
sutan
Politik

Bangun Ekosistem Ekonomi Kawasan, Ketua DPD RI: Sumbagsel Miliki Fondasi dan Potensi Besar

Minggu, 26 April 2026 - 14:14
Ahmad-Doli-Kurnia-Tandjung
Politik

RUU Pemilu, Golkar Bidik Parliamentary Threshold Ideal 4-6 Persen Demi Demokrasi Berkualitas

Rabu, 22 April 2026 - 12:07
I-Nyoman-Parta
Politik

DPR Desak Aturan Turunan UU PPRT: Jangan Mengulang Kesalahan!

Rabu, 22 April 2026 - 11:26
Abdul-Fikri-Faqih
Politik

Revisi UU Sisdiknas, DPR RI Dukung Pembagian Peran PTN dan PTS

Rabu, 22 April 2026 - 09:34
Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital
Politik

Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital

Rabu, 22 April 2026 - 07:54

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Tunggu Restu Dewan Keamanan, Keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia Masih Tanda Tanya

    658 shares
    Share 263 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.