INDOPOSCO.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan dukungannya terhadap penataan dan penguatan kelembagaan serta tata kelola Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat transformasi dan konsolidasi BUMN agar mampu meningkatkan kinerja sekaligus memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.
Rini menyampaikan perubahan nomenklatur Kementerian BUMN menjadi BP BUMN menuntut penyesuaian struktur organisasi dan fungsi kerja yang lebih adaptif. Penataan kelembagaan yang tepat diyakini akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan BUMN secara menyeluruh.
“Dengan adanya perubahan nomenklatur, BP BUMN perlu menyesuaikan diri dengan struktur dan fungsi yang baru. Penguatan tata kelola ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja BUMN secara berkelanjutan,” kata ini saat menerima audiensi Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Lebih lanjut, Rini menekankan pentingnya penataan organisasi dan penyesuaian tugas dan fungsi BP BUMN untuk mendukung pelaksanaan visi Asta Cita yang diamanatkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Struktur organisasi yang efektif dinilai akan memperkuat koordinasi lintas instansi dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
“Kelembagaan dan proses bisnis memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi pemerintahan secara menyeluruh,” tegasnya.
Menteri PANRB juga mengapresiasi konsistensi peningkatan penerapan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian BUMN selama lima tahun terakhir, yang kini bertransformasi menjadi BP BUMN.
Meski demikian, ia mendorong agar BP BUMN terus memperkuat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB) agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
“Reformasi birokrasi menuntut perubahan cara kerja yang lebih sederhana, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil. Penyempurnaan ini menjadi fondasi penting bagi birokrasi yang responsif dan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.
Selain penguatan kelembagaan, Rini juga menegaskan dukungan Kementerian PANRB terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur BP BUMN. Fokus pengembangan SDM diarahkan pada keahlian dan kinerja fungsional, bukan semata jabatan struktural.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PANRB dalam penguatan organisasi BP BUMN. Ia optimistis langkah ini akan membuat BP BUMN semakin optimal dalam menjalankan program strategis nasional.
“Dengan penguatan organisasi, BP BUMN akan lebih siap dan efektif dalam melaksanakan program Presiden, khususnya visi Asta Cita,” ucap Dony.(rmn)








