• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cegah Perpecahan, Gerakan Kebangkitan Baru NU Minta Evaluasi Total Kepemimpinan PBNU

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 20 Desember 2025 - 15:42
in Nasional
nu

Inisiator Gerakan Kebangkitan Baru NU, Herry Haryanto Azumy (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/12/2025)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Eskalasi konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kini berada di titik nadir. Situasi kian mengkhawatirkan itu memicu desakan masif untuk mengevaluasi kepemimpinan tertinggi organisasi guna menyelamatkan keutuhan jam’iyah dari risiko perpecahan lebih dalam.

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (NU) secara tegas meminta Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf untuk mundur dari jabatannya. Kepemimpinan PBNU diminta diserahkan kepada Ahlul Halli Wal Aqdi sebagai langkah penyelesaian konflik dinilai paling bijak.

BacaJuga:

Jumlah MPP Tembus 313, Menteri PANRB Dorong Integrasi dan Digitalisasi Layanan

Pesan Menag di Tahun Baru Islam: Syukuri Masa Lalu, Songsong Masa Depan dengan Harapan

Menko PMK Pratikno: Film ‘Jejak Pahit Si Kembang Gula’ Jadi Inspirasi Penguatan Karakter Remaja Indonesia

Inisiator Gerakan Kebangkitan Baru NU Herry Haryanto Azumy menilai, penyerahan mandat tersebut merupakan jalan keluar yang paling rasional dan beradab untuk mengakhiri perbedaan yang menggerus soliditas organisasi.

“Kami meminta secara hormat kepada yang mulia Rais Aam PBNU dan Ketum (Ketua Umum) untuk menyerahkan mandat organisasi kepada Ahlul Halli Wal Aqdi, karena ini adalah cara terbaik untuk keluar dari konflik dan perbedaan,” ucap Herry di Jakarta dikutip Sabtu (20/12/2025).

Menurutnya, konflik internal yang dibiarkan tanpa penyelesaian tuntas berpotensi membawa dampak serius bagi masa depan NU. Padahal NU memiliki peran strategis yang jauh melampaui urusan internal organisasi, sehingga perpecahan tidak boleh dibiarkan berlarut.

“Kalau kita tidak bisa keluar dari perbedaan ini dengan baik, maka kita sedang membahayakan masa depan organisasi, kita membahayakan umat, kita membahayakan bangsa dan negara,” ucap Ketua PP ISNU itu.

Oleh karena itu, Herry mengajak seluruh jajaran pengurus NU, dari tingkat wilayah hingga cabang mengedepankan kepentingan organisasi dan mengikuti arahan Ahlul Halli Wal Aqdi sebagai mekanisme penyelesaian konflik yang sah dan bermartabat.

“Kami menyerukan segenap jajaran pengurus NU, dari wilayah sampai cabang, untuk bersama-sama mencari solusi terbaik yaitu dengan ikut arahan dari Ahlul Halli Wal Aqdi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh elemen NU menutup rapat peluang terjadinya dualisme kepengurusan. Menurutnya, perpecahan struktural hanya akan memperdalam krisis dan menjauhkan NU dari khittah perjuangannya.

“Jangan ada dualisme kepengurusan, jangan biarkan kesempatan terjadi dualisme, jangan dukung dualisme, karena sejatinya kita sama saja mendukung perpecahan organisasi,” pesannya.

Desakan ini menjadi sinyal kuat adanya kerinduan arus bawah akan solusi konkret yang memprioritaskan persatuan. Evaluasi tersebut dipandang sebagai langkah krusial memulihkan marwah PBNU serta menjaga peran strategisnya bagi umat dan bangsa. (dan)

Tags: EvaluasiGerakan Kebangkitan Baru NUHerry Haryanto AzumyPBNU

Berita Terkait.

rini
Nasional

Jumlah MPP Tembus 313, Menteri PANRB Dorong Integrasi dan Digitalisasi Layanan

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:03
menag
Nasional

Pesan Menag di Tahun Baru Islam: Syukuri Masa Lalu, Songsong Masa Depan dengan Harapan

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:48
pratikno
Nasional

Menko PMK Pratikno: Film ‘Jejak Pahit Si Kembang Gula’ Jadi Inspirasi Penguatan Karakter Remaja Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:19
uu
Nasional

Revisi UU Hak Cipta Potensi Sulitkan Industri Kreatif dan Ekosistem Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:11
MUI Ingatkan Mahasiswa dan Aktivis, Bahasa Kasar di Ruang Digital Bisa Mengaburkan Perjuangan
Nasional

MUI Ingatkan Mahasiswa dan Aktivis, Bahasa Kasar di Ruang Digital Bisa Mengaburkan Perjuangan

Senin, 15 Juni 2026 - 22:35
gibran
Nasional

Demo di Patung Kuda, Perwakilan Mahasiswa Temui Gibran

Senin, 15 Juni 2026 - 19:07

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7056 shares
    Share 2822 Tweet 1764
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1769 shares
    Share 708 Tweet 442
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    991 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.