INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud, menegaskan bahwa jalan paling efektif untuk memutus lingkaran kemiskinan dan kebodohan di Bumi Etam adalah dengan memastikan generasi muda mengenyam pendidikan setinggi mungkin.
Menurutnya, investasi terbaik bukan hanya pada infrastruktur fisik, melainkan pada kualitas sumber daya manusia. Anak-anak daerah, kata dia, harus didorong untuk menuntaskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, bahkan sampai strata tertinggi.
“Masalah utama muncul apabila anak-anak kita tidak lulus SMA, atau hanya sampai SMP. Kami meyakini dengan memberikan pendidikan tinggi, produktivitas mereka akan meningkat, yang insya Allah akan berdampak pada kenaikan income per kapita,” ujar Harum -sapaan akrab Rudi Mas’ud-, Kamis (18/12/2025).
Harum menilai, Kalimantan Timur sesungguhnya memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam. Namun tanpa didukung SDM yang unggul, potensi tersebut tidak akan memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat.
“Apabila masyarakat Kalimantan Timur memiliki SDM yang unggul dan produktivitas yang tinggi, Insya Allah kita bisa keluar dari low middle income,” tegas Harum.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa arah pembangunan ekonomi Kaltim ke depan tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam semata. Transformasi menuju ekonomi berkelanjutan menjadi keniscayaan.
“Kita tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi bagaimana SDM mengelola ekonomi secara bijak, termasuk ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan,” terangnya.
Dalam kebijakan pendidikan, Pemprov Kaltim memastikan prinsip inklusivitas menjadi pegangan utama. Program pendidikan gratis berlaku bagi seluruh anak tanpa pengecualian, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun identitas sosial.
“Kami membangun Kalimantan Timur secara inklusif. Tidak berbicara soal kedaerahan, suku, agama, etnis, maupun gender. Semuanya sama. Tinggal anak-anak kita mau sekolah atau tidak,” katanya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal dan kebijakan pemotongan anggaran, Harum menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Seluruh fasilitas pendukung telah disiapkan demi melahirkan generasi unggul yang siap bersaing.
“Tahun 2026 nanti, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama, semuanya akan mendapatkan pendidikan gratis di Kalimantan Timur, mulai dari tingkat awal hingga tingkat akhir,” ungkapnya.
Ia berharap, lonjakan tingkat pendidikan masyarakat akan berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan. Target besar yang ingin dicapai adalah membawa Kalimantan Timur keluar dari kategori low middle income sekaligus menekan angka kemiskinan secara signifikan.
“Kemiskinan ini menjadi momok yang sangat menakutkan. Orang yang berilmu tentu berbeda dengan yang tidak berilmu. Namun yang terpenting adalah memiliki semangat dan tujuan. Kuliah bukan tujuan akhir, tetapi awal perjalanan untuk mencapai cita-cita,” pungkasnya.
“Kesuksesan harus dicita-citakan dan harus diraih. Yang bisa membuat Anda sukses adalah diri Anda sendiri,” tambahnya. (her)









