INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus memoles wajah Jakarta menuju kota global dengan menghadirkan 267 taman mikro urban di tingkat kelurahan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menjawab tantangan lingkungan perkotaan yang kian kompleks.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Tata Kota Jakarta, Nirwono Joga, mengatakan pembangunan taman mikro tersebut menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jakarta yang saat ini tengah berjalan.
“Saat ini program yang sedang berjalan adalah pembuatan 267 Urban Micro Park di kelurahan, penataan taman, setu, danau, dan waduk,” ujar Nirwono dalam Kongres Daerah 2025 Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Nirwono menyoroti tiga isu penting di Jakarta yaitu masalah banjir, kemacetan lalu lintas dan panas ekstrim. Program itu menjadi fokus Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Keberadaan taman mikro ini dinilai memberikan berbagai manfaat seperti memperbaiki sirkulasi udara dan pencahayaan di kawasan padat, menekan potensi penyebaran penyakit seperti TBC, menjadi ruang evakuasi saat bencana, serta menciptakan ruang interaksi publik yang aman dan nyaman bagi warga.
Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) mikro seluas 50 meter persegi di 50 lokasi dalam kurun waktu empat tahun. Program ini akan difokuskan di RW-RW kumuh yang tersebar di seluruh wilayah administrasi Jakarta.
Saat ini terdapat 455 Rukun Warga (RW) kumuh berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jakarta. Kemudian, program lain yang sedang direncanakan yakni pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) seperti 300 lokasi penghijauan kolong jalan layang dan jembatan.
Lalu penanaman mangrove sepanjang 32 kilometer (km) hingga penananam 500 ribu pohon baru dengan target RTH 2030 mencapai 10 persen.
Terkait bidang transportasi yang bertujuan meminimalisir kemacetan, Pemprov Jakarta juga melakukan pengembangan rute-rute baru Transjabodetabek, dan penambahan bus listrik dari 420 unit menjadi 5.000 unit.
Kemudian, pengembangan kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) hingga pengembangan Transjakarta jalur laut untuk mendukung pengembangan Kepulauan Seribu.
“Selain itu kita juga terus mendorong program green and smart building, melakukan percepatan Rapergub bangunan gedung hijau dan hemat energi dan efesiensi pemakaian di gedung milik pemprov,” ucapnya. (dil)










