INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani membahas kerja sama dan optimalisasi penempatan pekerja migran Indonesia dengan Duta Besar (Dubes) Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al Yassin di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) itu, Christina dan Dubes Khalid membahas penempatan pekerja migran di Kuwait, khususnya di sektor-sektor profesional.
Dubes Kuwait Khalid Jassim Al Yassin baru menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto pada November lalu dan langsung mengambil langkah proaktif menjalin komunikasi dengan kementerian-kementerian terkait, termasuk Kementerian P2MI.
“Ini menjadi momentum yang baik untuk membahas optimalisasi peluang penempatan pekerja migran di Kuwait,” ujar Christina dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Pertemuan tersebut juga membahas kondisi ketenagakerjaan di Kuwait yang saat ini banyak bergantung pada pekerja migran asing. Sementara jumlah pekerja migran Indonesia di Kuwait masih relatif kecil dibandingkan negara lain.
Adapun jumlah pekerja migran Indonesia di Kuwait masih di bawah 6 ribu orang. Sedangkan India telah mencapai 1 juta orang dan Filipina sekitar 250 ribu orang.
“Ini menunjukkan masih terbukanya ruang bagi peningkatan penempatan pekerja migran kita di Kuwait,” jelas Christina.
Dia mengungkapkan, Pemerintah Kuwait juga menyampaikan adanya legislasi baru yang memberikan cakupan pelindungan lebih baik bagi pekerja migran. Hal itu menjadi faktor penting penguatan kerja sama penempatan yang aman dan berkelanjutan.
Sektor-sektor yang menjadi perhatian antara lain hospitality, perawat, pertanian modern serta minyak dan gas (migas). “Untuk sektor perawat, terbuka kemungkinan menggunakan skema kerja sama pemerintah ke pemerintah atau G to G,” imbuhnya.(dan)










