• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kelapa Mahal, Daya Beli Tertekan: Alarm Dini Jelang Ramadan 2026

Dilianto - Editor Dilianto -
Rabu, 17 Desember 2025 - 22:24
in Nasional
WhatsApp Image 2025-12-17 at 21.26.23

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi (tengah) menjadi pembicara dalam rilis Lembaga Survei KedaiKOPI terkait situasi kebutuhan kelapa di Indonesia jelang ramadan dan lebaran di Jakarta, pada Rabu (17/12/2025). Foto: Dokumen Lembaga Survei KedaiKOPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dari dapur rumah tangga hingga lapak UMKM, kelapa bukan sekadar komoditas, ia adalah penopang konsumsi harian jutaan warga. Namun ketika harganya melonjak tanpa kendali, yang terancam bukan hanya anggaran belanja, melainkan juga stabilitas ekonomi dan kualitas pangan masyarakat.

Kekhawatiran itu disuarakan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, yang menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah lebih menyeluruh untuk mengamankan pasokan dan harga kelapa di dalam negeri. Menurutnya, kebijakan yang ada belum cukup melindungi kepentingan konsumen.

BacaJuga:

Nahkodai Ombudsman, Hery Susanto Fokus Benahi Internal dan Kawal Program Rakyat

Wamenkop Dorong Koperasi Saling Bekerja Sama Membentuk Jaringan Ekosistem

ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

“Selain pungutan ekspor, pemerintah perlu menentukan Domestic Market Obligation (DMO), tentukan dulu kebutuhan dalam negeri berapa dan menstabilkan harga,” ujar Tulus di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Tulus menegaskan, kelapa memiliki posisi strategis dalam rantai konsumsi pangan nasional. Jika pemerintah abai dan hanya berfokus pada aspek perdagangan luar negeri, dampaknya bisa menjalar luas ke berbagai sektor, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah.

Ia mengingatkan, kenaikan harga kelapa yang terus berlanjut berpotensi memicu inflasi yang lebih tinggi. Situasi ini, kata Tulus, akan berdampak langsung pada daya beli dan kualitas konsumsi masyarakat.

“Ketika inflasi tinggi, daya beli masyarakat menjadi tergerus dan kemudian itu mengancam kualitas bahan pangan, mengancam kesehatan anak-anak khususnya karena kemudian kualitas bahan pangan yang disajikan oleh orang tua itu menurun,” katanya.

Peringatan tersebut bukan tanpa dasar. Temuan lapangan menunjukkan keresahan masyarakat semakin nyata, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Lebaran.

“Lonjakan harga kelapa dikhawatirkan akan semakin menekan kelompok rentan jika tidak segera diantisipasi melalui kebijakan yang terukur,” tambahnya.

Kondisi ini terekam dalam survei yang dirilis Lembaga Survei KedaiKOPI pada Rabu (17/12/2025) terkait situasi kebutuhan kelapa di Indonesia. Survei dilakukan secara tatap muka pada 24 November hingga 1 Desember 2025 terhadap 400 responden di enam kota besar.

Peneliti Lembaga Survei KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menjelaskan bahwa responden terdiri dari tiga kelompok utama, yakni 200 ibu rumah tangga, 160 pelaku UMKM, dan 40 penjual kelapa utuh.

“Hasil survei menunjukkan, sebanyak 83 persen responden mengaku merasakan kenaikan harga kelapa dan produk olahannya dalam enam bulan terakhir, sebuah sinyal kuat bahwa persoalan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan peringatan dini yang tak boleh diabaikan,” jelas Ashma. (her)

Tags: Harga KelapaLembaga Survei KedaiKOPIRamadan

Berita Terkait.

Pelantikan
Nasional

Nahkodai Ombudsman, Hery Susanto Fokus Benahi Internal dan Kawal Program Rakyat

Jumat, 10 April 2026 - 19:21
Wamenkop
Nasional

Wamenkop Dorong Koperasi Saling Bekerja Sama Membentuk Jaringan Ekosistem

Jumat, 10 April 2026 - 18:40
Pegawai-Kementan
Nasional

ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

Jumat, 10 April 2026 - 18:20
Petugas-BC
Nasional

Work From Home Jumat di Bea Cukai, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Optimal

Jumat, 10 April 2026 - 17:39
mbg
Nasional

Bangkit dari Bencana, UMKM Didorong Jadi Pemasok Utama Program MBG

Jumat, 10 April 2026 - 17:29
addin
Nasional

Addin Jauharudin Raih Gelar Doktor, Perkuat Kiprah Ekonomi Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.