INDOPOSCO.ID – Pemerintah akan memberangkatkan ratusan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter hingga perawat menuju lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan kebutuhan dokter umum, dokter spesialis, serta perawat di seluruh lokasi terdampak bencana.
“Kita batch pertama akan memberangkatkan 600 orang. Sebanyak 450 di antaranya sudah siap diberangkatkan minggu ini,” kata Budi saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden dilihat Selasa (16/12/2025).
Kemenkes akan berkoordinasi dengan TNI untuk skema pemberangkatan para tenaga kesehatan itu. Di samping itu, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pengerahan dokter magang ke lokasi bencana di Sumatera.
“Kalau Bapak berkenan flag-off, atau nanti saya enggak tahu, kalau berkenan diangkutnya pakai Hercules, Pak, di Halim. Itu 450 (nakes) bisa kita kumpulkan,” jelas Budi.
Mereka direncanakan bekerja di rumah sakit, puskesmas, RS lapangan selama kurang lebih 2 minggu sebelum dilakukan rotasi. Hal tersebut dilakukan mencegah para tenaga kesehatan mengalami kelelahan.
Ia menjelaskan para nakes berasal dari berbagai kampus dan rumah sakit di seluruh Indonesia. Seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Universitas Muhammadiyah, hingga Nahdlatul Ulama.
“Ini sekarang kita buka yang datang ternyata bukan hanya dokter-dokter magang atau koas, pak. Dokter umum, spesialis pun mau mengorbankan pendapatan mereka untuk pergi,” ucap Budi.
Sebagian besar korban bencana banjir dan longsor di Sumatera terjangkit penyakit kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal itu terungkap berdasar data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dihimpun dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 12 Desember 2025.
Berdasarkan data penyakit Kemenkes di Provinsi Aceh, kasus ISPA menjadi yang terbanyak dengan 5.701 orang, diikuti oleh penyakit kulit 4.885 orang, diare 875 orang, suspek Influenza-Like Illness (ILI) 765 orang, dan suspek demam 217 orang.
Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara ada 8.675 orang terjangkit penyakit kulit, disusul kasus ISPA sebanyak 7.682 orang. Kemudian penyakit diare ada 1.474 orang, penyakit ILI dialami 890 orang dan suspek demam tiroid sebanyak 600 orang.
Di Provinsi Sumatera Barat, data menunjukkan penyakit ISPA mendominasi dengan 1.239 kasus. Sementara itu, hipertensi menjangkiti 655 orang, demam 463 orang, flu 310 orang, dan gatal-gatal 268 orang.(dan)









