INDOPOSCO.ID – Potensi ekonomi umat yang berada di bawah pembinaan Kemenag sangat besar. Saat ini terdapat sekitar 42 ribu koperasi, 800 ribu masjid dan lembaga keagamaan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi umat.
Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar di sela-sela pembukaan rapat kerja (raker) Kemenag di Tangerang, Selasa (15/12/2025).
Ia mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen untuk memperkuat peran keumatan, melalui pelibatan seluruh pemangku kepentingan serta penguatan kemandirian ekonomi umat.
“Jika seluruh potensi itu kita berdayakan secara ekonomi, dampaknya akan sangat dahsyat. Kementerian Agama diharapkan mampu mengubah wajah umat agar lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah maupun pihak lain,” katanya.
Menurut Nasaruddin, lokakarya digelar dengan melibatkan seluruh stakeholders Kemenag, agar merasa memiliki institusi tersebut. Semakin banyak pihak yang merasa memiliki Kemenag, semakin besar pula dukungan terhadap program-program yang dijalankan.
“Hari ini kita menindaklanjuti berbagai masukan dari para stakeholders melalui rapat kerja. Salah satunya dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Koperasi sebagai bagian dari implementasi program kerja ke depan,” katanya.
Ia menilai, kemandirian lembaga keumatan dan ekonomi umat akan memperkuat fungsi kritis keagamaan. Ketika lembaga-lembaga tersebut mampu membiayai dirinya sendiri, maka peran dan sikap independennya akan semakin kuat.
Nota Kesepahaman Kemenag dengan Kementerian Koperasi, menurutnya, akan menjadi landasan kerja sama dalam mensinergikan kebijakan pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi. Juga untuk mendorong pembentukan dan pengembangan koperasi di lingkungan rumah ibadah, madrasah, satuan pendidikan keagamaan, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan.
Menag juga mengungkapkan, bahwa Rapat kerja Kemenag sengaja digelar pada akhir tahun agar program-program yang dirumuskan dapat langsung dijalankan pada awal 2026.
“Insyaallah mulai Januari 2026 kita akan melakukan kick off dan peluncuran berbagai kegiatan,” ujar Nasarudin. (nas)




















