INDOPOSCO.ID – Penulis sekaligus alumnus Ilmu Kriminologi Universitas Indonesia (UI), Maman Suherman, mengapresiasi komitmen JNE dalam berbagai program sosial yang selama ini dinilai tidak pernah putus.
“Hadir mewakili #TemanJNE, mungkin lebih dari itu, sahabat dan keluarga JNE. Kenapa saya hadir? Karena apa yang dilakukan JNE bukan sesuatu yang insidentil,” kata Maman ditemui INDOPOSCO saat menghadiri acara distribusi bantuan yang digelar JNE di Jakarta untuk korban terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, pada Rabu (10/12/2025).
Pria yang akrab disapa Kang Maman itu menjelaskan bahwa selama empat tahun terakhir, JNE secara konsisten mendukung gerakan literasi yang ia jalankan, mulai dari pengiriman buku, alat peraga pendidikan, hingga perlengkapan guru ke seluruh Indonesia, semuanya dikirimkan tanpa biaya. “Sampai hari ini dan tidak pernah diputus kapan berakhir,” tegasnya.
Tak hanya itu, pada momen ulang tahun JNE akhir November lalu, perusahaan logistik nasional tersebut langsung membuka donasi internal untuk membantu warga yang terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pada saat yang sama, JNE juga mengumumkan keberangkatan 1.600 karyawan untuk menjalankan ibadah umrah dan perjalanan spiritual ke Holy Land, dengan seluruh pembiayaan ditanggung perusahaan.
Sehari berselang, 1 Desember 2025, JNE kembali mengumumkan dukungan pengiriman paket bantuan bencana secara gratis dari masyarakat. “Hingga kini, total 270 ton bantuan dari Jakarta dan lebih dari 500 ton dari seluruh Indonesia telah terkumpul. Setengahnya telah diberangkatkan, dan sisanya menyusul pada hari ini (kemarin),” kata Kang Maman.
Maman menilai keberhasilan pengumpulan bantuan dalam jumlah besar ini juga berkat kolaborasi media. “Saya percaya ini semua bisa terkumpul sebanyak ini karena dukungan teman-teman media yang mensosialisasikan pengumuman tersebut,” tutur Kang Maman.
Pria yang pernah menjadi wartawan itu juga meminta doa untuk para Ksatria JNE (para pengemudi dan petugas lapangan JNE) yang membawa bantuan tersebut hingga ke wilayah terdampak bencana.
“Mereka mengendarai tiga tronton dengan muatan rata-rata 15 ton di masing-masing kendaraan tersebut. Ini tidak ringan. Mudah-mudahan bisa tersalurkan dengan selamat,” harap Kang Maman.
Sebagai penutup, Kang Maman kembali menekankan nilai yang diwariskan oleh para pendiri perusahaan, yakni berbagi kebahagiaan dan bergerak bersama demi kemanusiaan.
“Mudah-mudahan semangat ini menular, membuat kita semua tetap peduli pada saudara-saudara kita. Karena persoalan tidak selesai hari ini, dan perjalanan kepedulian akan selalu panjang,” tutup penulis buku Matahati dan Notulen Cakeppp itu.
Dengan pesan yang kuat itu, Kang Maman berharap gerakan kemanusiaan dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, tidak hanya menjadi respons sesaat, tetapi menjadi budaya bersama yang tak pernah padam. (her)









