INDOPOSCO.ID – Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nakhe bersama SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Nias Selatan melaunching dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Eho, Kecamatan Hibala, Nias Selatan, Selasa (9/12/2025).
Program yang sudah berjalan setahun terakhir di tanah air yang merupakan program nasional untuk memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil, menyusui, balita, dan pelajar, belum bisa dinikmati merata pada semua lapisan masyarakat.
“Saya melihat anak – anak penerima manfaat begitu bersemangat tadi menerima program MBG. Menunya disukai anak anak dan cukup menarik. Semoga menu seperti ini bukan hanya pas moment ini saya, tapi dipertahankan bahkan ditingkatkan dikemudian hari,” ujar Yusuf Nakhe.
Meski pihak kabupaten hanya memiliki kapasitas koordinasi dalam unit pelaksanaan, namun sebagai kepala daerah pihaknya berharap agar tetap dilibatkan untuk perencanaan dari awal, bukan hanya bagian mengoreksi agar ketika didapati persoalan dikemudian hari, pemerintah daerah tidak terkesan tidak tahu menahu, perlu dilibatkan mulai dari penentuan standar membangun dapur sampai tingkat distribusi, dan evaluasi. Terlebih untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan TerluarĀ ) yang standar dan pola penanganannya harus memiliki standarisai berbeda.
“Yang kami rasakan di wilayah ini (3T) ini, seperti terkendala dengan administrasi. Sampai saat ini baru 10 titik dapur MBG yang beroperasi. Ini artinya sangat lambat, harapan kami terlebih wilayah 3T diberikan kemudahan, tanpa harus menurunkan kualitas dan standar yang sesungguhnya,” ucap Yusuf Nakhe.
Dari pengamatan langsung, Yusuf Nakhe menyampaikan nilai gizi yang diterima penerima maafaat kali ini berkisar 10-12 ribu rupiah per porsi. Dari 10 titik dapur MBG penerima manfaat baru anak-anak sekolah yang jangkauannya masih diseputar kota, dan yang masih mudah dijangkau dengan kendaraan kapal dan motor, yang selebihnya masih dalam proses. Untuk jumlah penerima manfaat di Nias Selatan itu berkisar 60 ribu anak, sementara yang sudah menerima baru sekitar 10 ribu anak.
Yusuf Nakhe berharap pemerintah pusat dapat meningkatkan peran dan fungsi pengawasan pada program percepatan pemenuhan makan bergizi gratis kepada anak sekolah. Kami meminta pemerintah pusat untuk:
1. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antara kementerian/lembaga terkait untuk memastikan implementasi program yang efektif dan efisien.
2. Melakukan pengawasan dan monitoring secara berkala untuk memastikan kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan kepada anak sekolah.
3. Memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang tidak memenuhi standar kualitas dan kuantitas makanan yang telah ditetapkan.
4. Memberikan dukungan dan fasilitasi kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam implementasi program.
“Kami berharap dengan peran dan fungsi pengawasan yang kuat dari pemerintah pusat, program percepatan pemenuhan makan bergizi gratis kepada anak sekolah dapat berjalan dengan efektif dan efisien, serta dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia,” tutup Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nakhe.
Pada kesempatan yang sama Lulu Sarumaha, Anggota DPRD Nias Selatan dari Fraksi Demokrat mengatakan pihaknya berharap SPPG jangan anti kritik, sebagai bahan evaluasi.
“DPRD sangat mendukung program pemerintah, tapi untuk kedepan butuh kordinasi lebih intensif dan jangan antikritik untuk kebaikan dan evaluasi bersama. Kontek pengawasan, sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan kami akan terus melakukan kordinasi dengan pihak SPPG dan pengelola dapur. Kami akan mulai melakukan monitoring Januari – Februari mendatang, untuk yang kita launching hari ini,” katanya.
Selain itu, Lulu juga berujar untuk bahan – bahan yang masih didatangkan dari luar, menghimbau kedepan agar setiap desa bangun ketahanan pangan, dengan menanam cabe, sayur, jagung, ayam petelur.
“Agar tidak lagi bergantung dari luar, desa-desa mulai kami gerakkan untuk mulai menanam,” pungkasnya. (ney)









